MENJAGA KUALITAS COOLING WATER DALAM UTILITAS INDUSTRI

Permasalahan Open Recirculating System

Jumlah make up water yang diperlukan open recirculating system sangat besar dikarenakan jumlah air yang harus di blow down untuk menjaga kandungan mineral optimum dalam cooling water dan jumlah air yang hilang karena evaporasi dalam proses pendinginan di kipas menara pendingin.

sistem open recirculating system

 

Gbr.1. Skema Open Recirculating System

Banyaknya mineral terlarut di dalam air pendingin menimbulkan permasalahan serius jika tak ditangani dengan benar, yaitu korosi dan scaling. Kerugian yang ditimbulkan yaitu berkurangnya transfer panas, bertambahnya masa shut down plant (masa perbaikan besar-besaran), berkurangnya usia saluran pipeline, dan kerugian yang berhubungan dengan adanya kontaminan mineral.

Sebenarnya dalam perancangan suatu alat penukar panas (heat exchanger) sudah diperhitungkan adanya fouling factor / dirt factor (Rd), kondisi dimana terdapat kontaminan.

Rd = (Uc-Ud)/(Uc x Ud)

U = (hio x ho) / (hio + ho)

Ud = Q / (A x ΔT

Uc = tahanan panas dalam keadaan bersih (BTU/jam.ft˚F)

Ud = tahanan panas dalam keadaan kotor (BTU/jam.ft˚F)

Q = Jumlah kalor (BTU)

Rd = dirt/ fouling factor (jam.ft2 .˚F/BTU)

ΔT = perbedaan temperature yang sesungguhnya (˚F)

Hio = koefiisien perpindahan panas dalam pipa berdasarkan diameter luar pipa.

Ho = koefisien perpindahan individual panas dalam tube

A = luas perpindahan panas

Dapat dilihat dari persamaan di atas bahwa semakin besar Rd maka semakin besar luas permukaan untuk mendapatkan jumlah kalor dengan capaian suhu yang sama dalam perancangannya. Apabila dalam proses existing (yang sudah ada) maka dengan luas permukaan heat exchanger dan suplai kalor yang sama berarti temperature yang diinginkan tak tercapai. Tentunya hal ini sangat mengganggu dan merugikan proses produksi.

Jenis fouling pada alat operasi umumnya berupa :

  • Hard deposit, yaitu kerak yang berasal dari hasil korosi maupun cooking
  • Porous deposit, yaitu kerak yang berasal dari dekomposisi dari kerak keras, dan
  • Loss deposit, yaitu berasal dari deposit seperti lumpur dan material lunak lainnya.

Ke halaman 3…

Tinggalkan Balasan