MENJAGA KUALITAS COOLING WATER DALAM UTILITAS INDUSTRI

Parameter Kualitas Cooling Water

Pada dasarnya kondisi air pendingin (cooling water) bisa diamati menggunakan parameter LSI (Langlier Saturation Index) untuk mengetahui tendensi scaling ataupun korosi.

Formula LSI:

LSI = pH – pHs

pHs = (9.3 + A + B) – (C + D), dimana :

A = (Log10 [TDS] – 1)/10 = 0.15

B = -13.12 x Log 10(0C + 273) + 34.55

= 2.09 pada suhu 250C, dan 1.09 pada suhu 820C

C = Log10[Ca2+ sebagai CaCO3] – 0.4 = 1.78

(Ca2+ sebagai CaCO3 juga disebut kekerasan kalsium dan dihitung sebagai = 2.5 (Ca2+)

D = Log10[alkalinitas sebagai CaCO3] = 1.53

Dimana LSI < 0,0 tendensi terjadinya korosi, dan LSI > 0,0 kemungkinan terjadinya scaling. Faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ini terutama pada kondisi pH, besarnya TDS, kandungan ion Ca2+, dan alkalinitas.

Selain itu ada beberapa scaling yang terjadi karena kontaminan lain seperti scaling silica dan magnesium, yaitu sebagai berikut:

Gypsum scaling

Jika Ca x SO4 < 225 (meq/1)2 tidak terjadi scaling

Magnesium Silicate Scaling

Jika MgxSiO2 < 700 tidak terjadi scaling

Silica Scaling

Jika SiO2 < 113 + 1,06 x 10 (0,93pH-7) ; untuk 6<pH<11 tidak terjadi scaling

Pengendapan Magnesium Hidroksida

Presipitasi Mg(OH)2 terjadi jika pH > 8,5

Jika Mg < 0,02.10(8,6-0,67)pH tidak akan terjadi presipitasi

Ferrugionus Scaling

Kadar Fe < 0,5 ppm adalah standar tidak terjadinya korosi.

0,5 ppm < Fe < 10 ppm dibutuhkan scaling inhibitor

Fe > 3 ppm terjadinya scaling yang sulit dikontrol

Fe > 10 ppm dibutuhkan penghilang scaling

Selain kriteria di atas diperlukan kondisi pH > 5,5 untuk mencegah terjadinya konsentrasi asam atau gas terlarut yang menjadi penyebab korosi. Tentunya hal ini disesuaikan dengan kondisi sumber air yang digunakan sebagai air pendingin.

Tinggalkan Balasan