Penyebab Fatal Mengkonsumsi Miras Oplosan

Bahaya methanol bagi tubuh baru muncul jika dikonsumsi via mulut atau hidung. Metanol memiliki efek racun yang cepat dan mendalam pada tubuh. Sesaat setelah tertelan, tubuh mengubah metanol menjadi formaldehida (formalin) dan asam format. Saat asam format mulai terbentuk di tubuh, mulai terjadi kerusakan pada sistem saraf pusat. Asam format menekan saraf pusat, menyebabkan gejala mengantuk, bingung, sulit bernafas, kejang, atau koma. Methanol juga memiliki efek akut pada mata; Segera setelah terpapar, penderita mungkin mengalami kesulitan melihat dan penglihatan tampak redup. Jika kasusnya cukup parah, peminum methanol mungkin benar-benar buta permanen.

Mengkonsumsi metanol adalah bentuk keracunan yang tidak biasa yang dapat menyebabkan gangguan metabolik, kebutaan, disfungsi neurologis dan kematian fatal. Mengkonsumsi metanol menyebabkan hipotensi berat seperti yang diamati dari penurunan tekanan darah diastolik, tekanan sistolik, dan rata-rata ABP. Namun, peningkatan denyut jantung yang parah menunjukkan aktifitas mekanisme kompensasi untuk mengimbangi hipotensi, yang akhirnya menyebabkan kematian pada keracunan metanol.

Tubuh manusia normal menyerap sejumlah kecil metanol yang berasal dari makan buah dan sayuran. Hampir setengah gram asupan harian metanol dilaporkan aman untuk orang dewasa.

Di dalam tubuh, metanol mengalami proses reaksi kimia yang menghasilkan sintesa senyawa-senyawa kimia baru. Proses reaksinya sebagai berikut :

  • Methanol dioksidasi oleh oksigen menjadi methanal (HCHO, formaldehyde). Formalin adalah bentuk cair dari formaldehyde. Sintesa formalin di dalam tubuh disebabkan reaksi antara methanol dan oksigen di dalam darah, dengan reaksi sebagi berikut :

2 CH3OH + O2 → 2 CH2O + 2 H2O

Di dalam darah, formalin terbentuk akibat reaksi antara methanol dan oksigen yang berasal dari cytochrome oxidase, yaitu suatu enzime yang membawa oksigen di darah merah. Akibatnya orang yang meminum miras oplosan akan mengalami kekurangan oksigen.

Formalin adalah senyawa kimia organik yang bersifat racun dan sangat karsinogen. Paparan formalin di dalam tubuh dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker, dalam dosis besar bisa membawa kematian yang fatal.

  • Methanol bereaksi dengan gas CO di dalam darah, menghasilkan asam format (HCOOH).

Reaksi kimianya sebagai berikut :

Pada suasana basa di dalam darah, methanol bereaksi dengan gas CO (karbon monoksida), menghasilkan methyl format

CH3OH + CO → HCO2CH3

Methyl format yang terhidrolisis selanjutnya berubah menjadi asam format dan methanol yang baru, seperti reaksi di bawah ini.

HCO2CH3 + H2O → HCO2H + CH3OH

Asam format punya nama lain asam semut, karena saat menggigit, semut menyemprotkan cairan racun yang berupa asam format. Orang yang digigit semut umumnya kesakitan, panas, dan nyeri.

Ke halaman 3…

Tinggalkan Balasan