Pengendalian Korosi Boiler yang Tepat

contoh mesin boiler

Pengendalian korosi boiler merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari, karena menyangkut umur ekonomis dalam pemakaian alat ini.

Perawatan yang baik akan memperpanjang umur mesin, sedangkan mekanisme perawatan yang keliru akan memperpendek umur pemakaian boiler.

Boiler sering kita temui dalam sejumlah industri sebagai media pemanas air/steam ataupun fluida lain. Air/fluida ini yang kemudian digunakan untuk penyuplai panas pada unit-unit pabrik. Oleh karena itu keberadaan boiler dalam suatu pabrik diibaratkan sebagai pusat nadi operasi pabrik dengan nilai investasi yang tidak sedikit.

Jenis-jenis Boiler

Umumnya ada dua tipe boiler yaitu firetube boiler dan watertube boiler. Firetube boiler adalah boiler dengan sumber pemanas (heater) berada di tube dan fluida terpanaskan (heated) di shell, berkebalikan dengan watertube boiler dengan sumber pemanas (heater) berada di shell dan fluida terpanaskan (heated) di tube. Adapun klasifikasi boiler berdasarkan operating pressurenya (tekanan operasi) yaitu low pressure boiler dan high pressure boiler (>15 psig).

 

2 jenis boilerGambar 1. Perbedaan Fire Tube dan Water Tube Boiler

Dalam setiap unit boiler kendala umum yang terjadi umumnya adalah kendala pada pembakaran, control panel, valve dan piping, dan yang tak kalah penting adalah kendala seperti korosi yang dapat mengurangi usia dari boiler itu sendiri.

Apa itu korosi dan apa penyebabnya?

Korosi adalah deteriorasi suatu metal sebagai hasil dari reaksi kimia antara metal tersebut dan lingkungannya. Metal yang mengalami korosi akan mengalami kerusakan dan dapat berakibat fatal di beberapa kasus.

Reaksi korosi seperti di bawah ini pada situasi netral atau basa.

Anoda Besi : Fe →Fe2+ + 2e

Katoda Besi : ½ O2 + H2O + 2e → 2OH

Reaksi di atas akan menghasilkan

Fe + ½ O2 + H2O → Fe2++ OH ,

yang akan terus teroksidasi sampai membentuk Fe(OH)3 , sehingga muncul reaksi                  reaksi korosi boilerSedangkan dalam suasana asam, korosi besi lebih besar karena terjadi dua tahap reduksi.

Anoda Besi : Fe →Fe2+ + 2e

Katoda Besi : O2 + 4H+ + 4e → 2H2O

2H+ + 2e → H2

Pada boiler yang merupakan serangkain vessel tertutup beserta piping linenya, sumber korosi boiler lebih spesifik berasal dari fluida terpanaskan (heated) biasanya berupa demineralized water dan kondisi operasi boiler itu sendiri (temperature dan tekanan). Laju korosi akan semakin meningkat apabila temperature semakin tinggi, kecepatan fluida tinggi, pH terlalu asam atau basa dan bahkan adanya impurities dari air umpan boiler.

Ke halaman 2…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.