Peluang Usaha Industri Magnesium Nasional

Magnesium adalah unsur kimia yang sangat penting peranannya di dalam banyak bidang kehidupan. Namun hingga saat ini belum ditemukan adanya usaha atau industri yang memproduksi logam magnesium maupun senyawa-senyawa kimianya di dalam negeri. Padahal jika dilihat dari sisi bisnisnya, perdagangan dan volume penggunaan unsur kimia ini sangat tinggi, baik di pasar dunia maupun pasar lokal.

Magnesium merupakan mineral kedua terbesar di dalam air laut, terbesar ke-dua setelah natrium. Ketersediaannya yang melimpah sudah seharusnya mampu menarik minat bagi usaha-usaha atau investasi yang bergerak di sektor industri. Senyawa magnesium di dalam air laut bersifat deliquescence, yang menyebabkan lambatnya penguapan air. Pengolahan air laut untuk pembuatan garam kualitas tinggi mensyaratkan pemisahan ion magnesium sebagai pemisahan tingkat ke-2.

Limbah magnesium hidroksida yang diperoleh akibat pemurnian air garam sangat berniali ekonomis. Dari 600 m3 air laut, bisa diperoleh paling sedikit 1 ton senyawa magnesium hidroksida.

Teknologi ekstraksi magnesium dari air laut bukanlah teknologi yang rumit dan canggih, namun telah dilakukan oleh industri dari negara-negara lain sejak ratusan tahun yang lalu. Lantas mengapa hingga kini belum berkembang di dalam negeri?

 

Selama ini terlihat bahwa pengusaha lokal belum menunjukkan kinerja pada keikutsertaan dalam pembangunan industri nasional, khususnya industri kimia. Indikasi ini bisa dengan mudah dibuktikan, melalui kenyataan bahwa produk-produk kimia yang tersedia nyaris semuanya diperoleh melalui impor.

Dunia usaha nasional masih berkutat pada sektor-sektor dagang yang mengutamakan keamanan investasi. Adapun industri yang dibangun lebih kepada industri padat karya yang memanfaatkan upah buruh sebagai instrumen utamanya.

Magnesium adalah salah satu komponen komoditi yang luar biasa kandungannya di perairan nasional. Pemanfaatan magnesium dari perairan kita, tak hanya berguna untuk kemajuan pembangunan, namun turut menunjang dalam ketahanan nasional, khususnya dalam perlombaan kemajuan teknologi dunia.

Berdasarkan data yang dirilis oleh British Geological Survey dengan judul “ World Mineral Production 2011-2015” (https://www.bgs.ac.uk/downloads/start.cfm?id=3120)  halaman 45-46, tak ditemukan bahwa Indonesia telah memproduksi magnesia (MgO) dan senyawa magnesium lainnya. Pada data tersebut, China menempati produsen utama, dengan volume produksi 33.000.000 ton pada tahun 2015.

data produksi magnesite dunia tahun 2011-2015

Sedangkan terhadap logam magnesium, Indonesia pun tidak membuat sama sekali, dimana lagi-lagi China menempati produsen utama sebesar 852.064 ton pada tahun 2015.

data produksi logam magnesium dunia tahun 2011-2015

Harga berbagai senyawa magnesium dan logam magnesium jauh lebih mahal dibanding harga garam industri, sedangkan cara memproduksinya bukan merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Melihat masih belum adanya usaha produksi senyawa-senyawa magnesium nasional, dapat dikatakan bahwa peluang usaha sektor ini sangatlah menjanjikan.

Tinggalkan Balasan