PT. Garam Berencana Mengadopsi Teknologi Garam Bestekin

  1. Garam secara resmi telah mengikuti pelatihan Pengolahan Air Laut Metode Bestekin. Pelatihan yang diselenggarakan di Cirebon dan Indramayu, berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 5 Februari sampai dengan 9 Februari 2018.

sesi pembekalan teori bestekin, pt.garam

Sebagai satu-satunya BUMN yang membidangi garam, PT. Garam sangat serius untuk terus melakukan inovasi dalam produksi. Inovasi yang dilakukan bertujuan agar hasil garam yang diperoleh bisa langsung masuk kategori industri, yang bisa langsung diserap industri-industri penggunanya.

Selama puluhan tahun Indonesia terus-menerus melakukan importasi garam, yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Harga yang murah, dan pengolahan lanjutan yang lebih mudah, membuat import garam menjadi pilihan utama.

Kendala mutu menjadi alasan perlunya dilakukan impor garam. Tahun ini saja, pemerintah melakukan impor garam sebanyak 3,7 juta ton. Naiknya kebutuhan garam industri disebabkan terus tumbuhnya industri yang menggunakan garam sebagai bahan baku maupun bahan penolong.

praktek lapangan pt. garamTahun ini PT. Garam berusaha untuk memproduksi garam berspesifikasi industri (NaCl > 97%), agar garam yang diproduksi mampu mensubtitusi garam impor. Untuk menaikkan konsentrasi NaCl dan volume produksi, dibutuhkan sentuhan sains dan teknologi terhadap proses produksi.

Teknologi pembuatan garam sistem bestekin mampu menaikkan kapasitas produksi hingga 30 kali lipat per tahun, dengan hasil NaCl di atas 97%. Sebagai gambaran, waktu penuaan air yang secara umum memerlukan hingga 40 hari, dengan sistem bestekin menjadi lebih cepat, hanya 6 jam.

Teknologi produksi yang saat ini masih diterapkan PT. Garam sebagian masih berasal dari jaman Belanda. Transisi sains dan teknologi pengolahan air laut yang diperkirakan berlangsung selama 3 tahun akan mampu menaikkan produktifitas hasil garam hingga 30 kali lipat dari kapasitas produksi mereka saat ini. PT. Garam memiliki lahan dengan luasan yang hampir mencapai 5000 Ha, tersebar di beberapa lokasi di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Dengan penerapan teknologi bestekin, PT. Garam berencana meningkatkan volume produksi tanpa harus memperluas lahan. Tak seperti garam impor yang masih harus diproses pencucian terlebih dahulu, hasil garam metode bestekin dipastikan bisa langsung digunakan oleh industri pemakai.

Tinggalkan Balasan