Cara Penggunaan Pupuk Urea yang Efisien

Cara penggunaan pupuk urea yang efisien merupakan kunci keberhasilan dari proses produksi pertanian. Pupuk urea adalah pupuk organik yang stabil, bisa menyuplai kebutuhan nitrogen untuk kebutuhan tanaman.

Urea biasanya dijual dalam bentuk kering, granular. Ada beberapa manfaat penggunaan urea sebagai pupuk, tetapi pemakaian urea yang sembarangan bisa menyebabkan kerugian.

Mengetahui cara penggunaan pupuk urea ke tanah dan bagaimana urea berinteraksi dengan pupuk lain dapat membantu Anda menghindari kerugian ini, serta mendapatkan manfaat sebanyak mungkin dari penggunaan pupuk tersebut.

Berikut beberapa petunjuk pemakaian urea yang tepat :
1. Meminimalkan kehilangan amonia melalui pemberian urea pada cuaca yang teduh, suhu yang rendah.

Pada suhu yang tinggi, konersi urea menjadi amoniak berlangsung relatif lebih cepat, sehingga urea banyak yang menguap ke udara. Urea paling baik diterapkan pada hari yang dingin, dalam cuaca di bawah 20 0 C, serta pada kondisi angin yang relatif tenang. Sayangnya, di Indonesia, suhu serendah tersebut sangat jarang ditemukan.

Umumnya pertanian terletak di dataran rendah, dengan suhu antara 25 0C – 35 0C. Agar potensi kerugian akibat tingginya pemakaian urea yang tak sebanding dengan hasil yang diharapkan, maka pemberian urea pada tanaman sebaiknya dilakukan sesering mungkin, dengan dosis yang tepat. Pemberian urea pun sebaiknya dilakukan pada pagi hari, atau sore menjelang gelap.

2. Gunakan urea dengan inhibitor urease sebelum menanam.

Urease adalah enzim yang memulai reaksi kimia yang mengubah urea menjadi kebutuhan nitrat tanaman. Menggunakan pupuk dengan inhibitor urease dapat memperlambat reaksi kimia, dan membantu mempertahankan urea di dalam tanah.

3. Gunakan urea setelah tanaman tumbuh.

Menerapkan pupuk urea sebelum penanaman menyebabkan tingginya jumlah urea yang hilang sebelum tumbuhnya tanaman.

4. Sebarkan urea secara merata di seluruh tanah.

Urea dikemas dan dijual dalam bentuk pelet atau butiran kecil yang padat. Sebarkan urea dengan penyebar pupuk atau taburkan pelet dengan tangan secara merata di tanah. Untuk sebagian besar tanaman, Anda harus menjaga agar urea tetap dekat dengan akar tanaman, atau dekat dengan tempat menanam benih.

5. Basahi tanah.

Sebelum urea berubah menjadi nitrat yang dibutuhkan tanaman, pertama-tama urea berubah menjadi gas amoniak. Karena gas dapat dengan mudah keluar dari permukaan tanah, memberikan pupuk ketika tanah basah akan membantu memasukkan urea ke dalam tanah sebelum reaksi kimia dimulai. Dengan cara ini, lebih banyak amonia terperangkap di dalam tanah. Minimum setengah inci lapisan tanah harus basah untuk menyimpan sebanyak mungkin gas amoniak di dalam tanah. Anda bisa menyirami sendiri, berikan urea sebelum hujan, atau aplikasikan dalam waktu paling lambat 48 jam setelah hujan.

6. Masukkan urea ke dalam tanah.

Mengolah sawah atau kebun adalah cara yang bagus untuk memasukkan pupuk urea ke dalam tanah sebelum gas amonia tersebut hilang. Garu, seret, atau cangkul bidang tanah untuk memasukkan urea ke lapisan bagian atas dari tanah.

7. Terapkan cara penggunaan pupuk urea ke biji jagung secara tidak langsung.

Berikan urea ke jagung secara tidak langsung, dengan menyebarkan urea ke tanah minimal 2 inci (5 cm) dari tanaman jagung. Paparan langsung urea beracun bagi biji, dan sangat mengurangi hasil tanaman jagung.

8. Gabungkan urea dengan pupuk tambahan untuk menciptakan campuran pupuk yang stabil.

Urea memberikan nitrogen pada tanaman, tetapi unsur lain seperti fosfor dan kalium juga penting untuk kesehatan tanaman. Pupuk yang bisa anda campur dengan aman bersama urea meliputi: Kalsium cyanamide, kalium sulfat, dan magnesium sulfat.

9. Cegah reaksi kimia yang tidak diinginkan dari merusak tanaman Anda.

Beberapa pupuk akan bereaksi dengan urea baik untuk menciptakan reaksi kimia yang mudah menguap, atau untuk membuat campuran pupuk sama sekali tidak berguna. Jangan pernah menggabungkan urea dengan pupuk berikut: Kalsium Nitrat, Kalium atau ammonium nitrat, Superfosfat, Triple superphosphate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *