Menghindari Kontaminasi Air Laut dalam Proses Sianidasi

Menghindari kontaminasi air laut dalam proses sianidasi mineral emas merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Kontaminasi air laut dalam sianidasi sangat mempengaruhi, khususnya dalam proses penaikan pH. pH memegang peranan yang sangat penting.

Pentingnya pengendalian pH disebabkan mudahnya pergeseran dari ion CN menjadi senyawa asam lemah HCN akibat turunnya pH larutan. pH yang paling tepat dalam proses sianidasi adalah antara 10,5 – 11.

pH larutan atau lumpur yang berada di bawah 10,5 menyebabkan terbentuknya HCN (dalam proses sianidasi), dimana senyawa ini mudah menguap dalam suhu kamar (25oC).

Agar pH larutan atau lumpur naik dari pH awal air baku (pH air baku = 7), perlu dimasukkan kapur masak / gamping (CaO) atau larutan soda api (NaOH) ke dalam larutan atau lumpur yang mengandung emas di dalamnya.

Permasalahan Sianidasi Jika Menggunakan Air Baku yang Tercemar Air Laut

Permasalahan proses sianidasi jika menggunakan air yang tercemar dengan air laut adalah tingginya pemakaian kapur untuk menaikkan pH lumpur.

Air laut mengandung sejumlah kation yang bersifat buffer (menjaga pH larutan tetap), diantaranya ion magnesium (Mg2+). Saat kapur gamping dimasukkan ke dalam larutan atau lumpur yang akan disianidasi, kapur bereaksi dengan air sebagai berikut :

CaO  +  H2O  →  Ca(OH)2 ,

dimana sebagian dari Ca(OH)2 terlarut membentuk ion bebas Ca2+ dan OH di dalam  lumpur.

Kenaikan pH terjadi saat kandungan ion OH lebih banyak dari kandungan ion H+. Jika kandungan kedua ion  ini seimbang, maka pH tak akan beranjak dari angka 7, sebab reaksi kimia yang terjadi hanya menghasilkan air (H2O) yang memiliki pH = 7

H+ + OH →  H2O (aq)

Seperti yang dijelaskan di atas, air yang tercemar dengan air laut, ataupun air payau, mengandung sejumlah ion Mg2+. Ion ini menghalangi terjadinya kenaikan pH saat larutan diberi kapur. Makin pekat kelaruatn mineral di dalamnya, makin tinggi kandungan ion Mg di dalam air tersebut.

Mengapa kandungan Mg menyebabkan sulitnya pH naik?

Ion Mg2+ dari air laut atau air payau bereaksi dengan ion OH dari kapur atau soda api, membentuk senyawa Mg(OH)2 yang tak larut dalam air, sehingga air lumpur tak menghasilkan ion OH berlebih. Makin tinggi kandungan ion Mg dari air, makin sulit menaikkan pH larutan atau lumpur. Dengan kata lain, makin tinggi kandungan Mg dalam air, makin boros penggunaan kapur untuk menaikkan pH lumpur. Atau analog dengan makin asin suatu air baku, makin tak baik digunakan sebagai air baku untuk proses sianidasi dalam pengolahan emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *