Benarkah Jokowi Antek Asing?

Pada masa orde baru, lifting minyak yang dikuasai Pertamina tak sampai 10%, selama lebih dari 50 tahun Indonesia merdeka. Saat reformasi, khususnya sebelum kepemimpinan Jokowi-JK, persentase lifting minyak yang dikuasai oleh Pertamina naik 9% menjadi 19% hingga tahun 2014. Artinya sejak tahun 1998 hingga tahun 2014 (16 tahun) lifting minyak Pertamina naik sebesar 9%. Suatu pencapaian yang jauh lebih baik dibanding capaian pada masa orde baru.

Saat tulisan ini dimuat, lifting minyak Pertamina sudah naik (lagi) 21 % menjadi 40% (naik lebih dari 2 kali lipat dalam 4 tahun). Dan sudah dipastikan sejak saat ini, bahwa pada tahun 2021 lifting minyak Pertamina naik menjadi di atas 60%, setelah dilimpahkannya pengelolaan Blok Rokan ke Pertamina.

Artinya selama 4 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, realisasi lifting minyak yang dilakukan oleh Pertamina naik sebesar lebih dari 21%, menjadi lebih 40% dari total produksi minyak mentah nasional, yang menjadikan PT. Pertamina sebagai perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Sebelumnya korporasi penghasil minyak terbesar di Indonesia masih dipegang oleh PT. Chevron Energy Indonesia. Dan hanya dalam waktu 4 yahun kepemimpinannya, Ir. Joko Widodo telah memastikan bahwa lifting minyak yang dikuasai PT. Pertamina melebihi 60% dari total produksi minyak nasional ( https://kuwera.id/data-berita/data-berita/kementerian-bumn/pertamina-bakal-produksi-60-persen-migas-nasional).

Dari data-data di atas, jika diperingkat, dalam 4 tahun masa kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah mampu mengalahkan keberhasilan 70 tahun pemimpin-pemimpin Indonesia sebelumnya. Lantas mengapa masih dituduh sebagai antek asing?!

Ke halaman 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *