Kata Kriminalisasi yang Telah Menyimpang Dari Makna Dasarnya

Arti kata kriminalisasi berasal dari bahasa Inggris, dimana kata asalnya adalah “criminalization”. Menurut kamus oxford, defenisi “criminalization” adalah “The action of turning an activity into a criminal offence by making it illegal”. Terjemahan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Tindakan mengubah suatu kegiatan (yang sebelumnya bukan tindak pidana), menjadi tindak pidana dengan menjadikannya ilegal”.

Dari beberapa kamus bahasa Inggris lainnya, arti kata kriminalisasi nyaris sama dengan apa yang didefenisikan oleh Oxford. Sedangkan arti kata kriminalisasi dalam bahasa Indonesia bisa dilihat pada Kamus Besar bahasa Indonesia, yang berbunyi seperti di bawah ini.

Kriminalisasi adalah “Proses yang memperlihatkan perilaku yang semula tidak dianggap sebagai peristiwa pidana, tetapi kemudian digolongkan sebagai peristiwa pidana oleh masyarakat”.

Dari pengertian dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, peristiwa kriminalisasi memiliki makna yang hampir sama. Perbedaannya terletak pada adanya tambahan kata “masyarakat” dalam Bahasa Indonesia. 

Dari defenisi di atas, dapat dikatakan bahwa “kriminalisasi” adalah suatu kegiatan yang oleh sekelompok warga dianggap suatu kegiatan kriminal.

Dapat disimpulkan bahwa arti kata kriminalisasi versi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah opini publik yang dibangun, dimana suatu kegiatan yang sebelumnya bukan kriminal, diklaim masyarakat sebagai kegiatan kriminal.  

Contoh gampang dari kriminalisasi bisa dimisalkan pada kasus “geng motor”. Geng motor adalah sekumpulan orang-orang yang berkelompok mengendarai motor, namun secara umum sering membuat onar di masyarakat. Akibatnya opini publik terbangun, jika melihat kumpulan orang-orang bermotor dianggap sebagai “geng motor”.

Contoh kriminalisasi lainnya adalah tuduhan terhadap “polisi gadungan”, “pemuka agama gadungan”, dimana di masyarakat terjadi pergeseran makna kata “gadungan”. Di persepsi masyarakat umum (tapi tak semua), pengertian “gadungan” adalah peniru yang seharusnya di pidana.

Sedangkan dalam ketentuan hukum pidana, “gadungan” adalah salah satu cara (modus) untuk melakukan suatu perbuatan pidana. Dimana “peniru” tak bisa dikategorikan sebagai perbuatan pidana. Perbuatan meniru baru dikategorikan pidana jika sudah menimbulkan korban, umumnya berupa materi. Artinya, perbuatan “meniru” saja bukanlah perbuatan pidana.

Contoh riel adalah seseorang yang berpenampilan menyerupai polisi, atau menyerupai haji, atau mengaku-aku sebagai profesor, padahal sejatinya bukan. Pada masyarakat umum yang awam terhadap hukum pidana, perbuatan menyerupai ini sudah dianggap pidana, sedangkan kenyataannya belum bisa dikategorikan sebagai perbuatan pidana. 

Penyimpangan Arti Kata Kriminalisasi di Indonesia  

Kriminalisasi mulai ramai diperbincangkan saat terjadinya perselisihan antara kepolisian dan KPK di masa pemerintahan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu 2 pejabat KPK ditangkap dan ditahan oleh Polri. Banyaknya dukungan dari masyarakat terhadap pejabat KPK yang ditahan menimbulkan istilah kriminalisasi di masyarakat. Dimana kriminalisasi dituduhkan pada tindakan yang dilakukan polisi dalam pengusutan 2 pejabat KPK tersebut. Inilah awal mula terjadinya penyimpangan dari arti kata “kriminalisasi”.

Dari awalnya kata “kriminalisasi” bermakna sebagai “perbuatan yang bukan kriminal namun dituduh kriminal oleh bangunan opini publik, menjadi suatu perbuatan “yang disangka kriminal oleh penguasa” tapi dianggap bukan “kriminal” oleh masyarakat. Artinya, kata kriminalisasi di Indonesia sudah berlawanan dengan defenisi dasarnya.

 Oleh karena itu, agar makna “kriminalisasi” yang telah terlanjur keliru, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah mengubah defenisi kata “kriminalisasi” pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau meluruskan makna sebenarnya.

Dapat dikatakan bahwa makna kriminalisasi di Indonesia sudah terbelah menjadi 2, yang pertama bermakna sama dengan kata aslinya. Yang ke-2 kata kriminalisasi memiliki makna yang berlawanan dari arti kata yang sebenarnya. 

Namun apapun itu, makna kata kriminalisasi yang sudah terlanjur beredar secara luas sekarang ini adalah “ suatu tindakan hukum (dalam ranah pidana) yang dilakukan oleh aparat penegak hukum secara institusi, dituduh sebagai perbuatan mengkriminalkan oleh segolongan masyarakat”. Perubahan makna ini sudah sulit untuk dikembalikan ke arti asalnya, karena telah terpakai secara luas di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *