Menunggu Persidangan Tersangka Ratna Sarumpaet

Telah lebih dari 3 bulan tersangka hoaks Ratna Sarumpaet ditahan di Polda Metro Jaya. Setelah beberapa kali bolak-balik kepolisian-kejaksaan, saat ini berkas penyidikan yang dilakukan pada tersangka kembali menunggu keputusan dari kejaksaan, apakah dinyatakan lengkap (P21) atau masih kurang.

Ratna Sarumpaet ditahan sejak tanggal 5 Oktober 2018. Hingga saat ini masa penahanan tersangka telah berlangsung lebih dari 3 bulan. Dalam perkara pidana dengan masa hukuman yang kurang dari 9 tahun, masa penahanan maksimal di tingkat penyidik hanya diperbolehkan selama 60 hari.

Pada kasus yang menjerat gersangka Ratna Sarumpaet, tersangka dijerat pasal yang memiliki ancaman kurungan di atas 9 tahun.

Dasar hukum yang mengatur lamanya penahanan terhadap tersangka yang diancam pidana di atas 9 tahun penjara diatur pada KUHAP pasal 29 ayat (1) huruf b dan ayat (2).

Pasal 29

(1) Dikecualikan dari jangka waktu penahanan sebagaimana tersebut pada Pasal 24, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 27 dan Pasal 28, guna kepentingan pemeriksaan, penahanan terhadap tersangka atau terdakwa dapat diperpanjang berdasar alasan yang patut dan tidak dapat dihindarkan karena:

  1. tersangka atau terdakwa menderita gangguan fisik atau mental yang berat, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, atau
  2. perkara yang sedang diperiksa diancam dengan pidana penjara sembilan tahun atau lebih.

(2) Perpanjangan tersebut pada ayat (1) diberikan untuk paling lama tiga puluh hari dan dalam hal penahanan tersebut masih diperlukan, dapat diperpanjang lagi untuk paling lama tiga puluh hari.

Berdasarkan ketentuan di pasal 24 KUHAP, masa penahanan maksimal seorang tersangka di tingkat penyidikan hanya diperbolehkan selama maksimum 60 hari. Namun dikecualikan pada pasal 29 ayat 1 huruf b dan ayat 2, dimana masa penahanan tersangka RS bisa diperpanjang 30 hari, dan bisa ditambah 30 hari lagi.

Jadi terhadap tersangka RS, masa penahanan maksimal yang diperbolehkan total 120 hari sejak dinyatakan ditahan (sejak tanggal 5 Oktober 2018).

Jika dihitung berdasarkan kalender hari, maka paling lambat tanggal 3 Februari ini kasus RS dinyatakan lengkap (P21) atau harus dibebaskan jika masa penahan telah melampaui batas waktunya.

Hebohnya jagat politik karena kasus Ratna Sarumpaet mungkin akan lebih menghebohkan lagi saat perkaranya mulai disidangkan di pengadilan negeri di Jakarta.

Mudah-mudahan persidangan atas kasus ini bisa diliput secara luas, untuk pembelajaran hukum bagi rakyat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *