Kenapa Prabowo Sering Salah Mendapat Informasi?

Kenapa Prabowo Sering Salah Mendapat Informasi? Berkali-kali Prabowo mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan fakta yang terjadi di lapangan. Kejadian ini bukan 1 atau 2 kali, namun sudah ratusan kali.

Kita menjadi heran, bagaimana ini bisa terjadi pada seorang calon presiden RI, negara yang memiliki penduduk terbesar ke 4 dunia, dengan perekonomian terbesar ke 14 dunia?

Kesalahan berulang lagi saat ditanyakan paslon nomor 1 di debat capres yang baru saja berlalu. Kita bisa menyimak jawaban prabowo atas pertanyaan tentang adanya calon legislatif yang mantan koruptor di partainya.

Prabowo menjawab bahwa dia yakin tak ada calon legislatif yang mantan koruptor di partai yang dipimpinnya. Padahal masalah ini sudah berbulan-bulan dibahas di berbagai media, dan sampai melibatkan peradilan segala.

Masak Prabowo salah mendapat informasi adanya polemik caleg mantan koruptor di berbagai media?!

Hoaks yang Mirip dengan Pernyataan Prabowo

Ini mengingatkan saya pengalaman 15 tahun yang lalu, disebuah perkumpulan di ibukota. Perkumpulan itu dekat dengan penginapan murah dan warung-warung makan dan kopi.

Ada puluhan orang yang silih berganti bertemu, diskusi, dan berdebat di sana. Pakaian-pakaian parlente adalah ciri khas yang melekat di tiap peserta hoaks di sana.

Ada seorang yang mengaku sebagai keturunan Sultan Siak, bawa-bawa map berisi peta selat sumatera, yang dikatakannya adalah warisan dari nenek moyang yang akan dijualnya.

Ada juga yang mengaku sebagai keturunan Syekh Yusuf dari Afrika Selatan.

Bahwa katanya alm Syekh Yusuf beserta raja-raja nusantara telah menempatkan uang simpanan di Swiss sebesar 12.000 triliun, dan uang tersebut baru bisa cair jika Megawati (pada saat itu menduduki jabatan presiden RI) mau menandatangani persetujuannya. Dan katanya Bu Mega sudah mau, namun perlu menunggu saat yang tepat, karena Amerika nantinya bisa marah.

Tak hanya itu, ada yang mengaku mantan petinggi Bank Dunia, yang mengatakan bahwa Amerika punya hutang 8.000 triliun ke Indonesia, dimana uang ini dipinjam melalui Bung karno.

Ada juga yang mengaku sebagai pemilik waris dari lahan Monas, yang katanya saat itu dia sedang menggugat pemerintah untuk memberikan ganti rugi lebih kurang Rp 2 triliun.

Namun anehnya, meskipun saya tak percaya, ternyata ada juga orang yang percaya, termasuk beberapa di antaranya teman-teman saya. Orang-orang yang percaya mengeluarkan biaya untuk operasional orang-orang yang ngaku-ngaku itu.

Kita bisa lihat apa yang terjadi pada Ratna Sarumpaet, yang mengklaim ada uang Rp 23 triliun untuk Papua (katanya dari bank Dunia) yang ditahan pemerintah.

Mirip dengan pernyataan ratna Sarumpaet, Prabowo mengatakan bahwa orang pas-pasan di Indonesia 99%, yang kaya cuma 1%, yang katanya juga bersumber dari bank dunia. Memangnya bank dunia ada banyak?!

Organisasi tinju dunia memang banyak, organisasi olahraga juga memiliki berbagai versi dan saling bersaing. Namun setahu saya yang namanya bank dunia hanya ada 1, yaitu World Bank, yang memiliki website worldbank.org.

Saya cari data yang disebutkan Prabowo dan amien rais di website tersebut, namun tak ketemu juga, walau sudah diobok-obok 3 hari berturut-turut. Data kemiskinan yang kata prabowo 99% ternyata menurut Bank Dunia hanya 5,5%. Data yang disebutkan amien rais boro-boro angkanya berbeda, judulnya saja pun tak ada.

Apakah yang mereka ketahui bank dunia yang seperti dialami oleh teman-teman saya itu ?

Dalam membantah tudingan Jokowi, Prabowo mengatakan bahwa ia sudah sangat ketat menyeleksi, dan mengikuti semua informasi yang ada. Apa informasi yang diikuti semacam yang terjadi pada teman-teman saya tersebut?

Tiba-tiba ada hoaks penganiayaan ulama, katanya ada pembantaian. Namun tak terlihat adanya kekisruhan di lokasi, tak ditemukan adanya mayat yang dianiaya.

Orang yang meninggal karena sakit dibilang dianiaya. Seorang warga yang berkelahi antar tetangga diisukan ulama yang dianiaya aparat.

Jika benar ada ulama yang dianiaya, tentulah ada keluarga atau tetangga yang melaporkan ke aparat keamanan, atau viral dalam pemberitaan media-media besar. Ini fakta secuil pun tak ada.

Belum selesai isu hoaks penganiayaan ulama, mucul hoaks baru tenaga kerja asing, tenaga kerja cina 10 juta orang di Indonesia.  Katanya merebut lapangan kerja untuk pekerjaan kasar, yang katanya bisa dikerjakan oleh orang indonesia.

Namun ditelusuri di berbagai tempat di seluruh Indonesia, tak ditemukan bukti pekerja kasar dari China yang dimaksud.

Apakah Prabowo salah mendapat informasi tentang penghasilan rakyat China?

Apakah prabowo tidak mengetahui bahwa penghasilan rata-rata warga negara China saat ini sudah lebih besar dari warga negara Malaysia? Dan sudah lebih 3 kali lipat dari pendapatan rata-rata orang Indonesia?

Apakah prabowo tak tahu bahwa sudah hampir 15 tahun malah TKI dan TKW yang justru dikirim ke China?

Informasi (katanya) yang dilontarkan jadi aneh, karena umumnya orang-orang yang bekerja di negara lain karena faktor gaji yang lebih baik. Mana ada orang indonesia yang mau bekerja kasar di Bangladesh,Kamboja, di Vietnam, apalagi di Uganda????

Mana ada orang Malaysia yang mau kerja kasar di Indonesia, sementara yang benar justru jutaan orang Indonesia lah yang bekerja di Malaysia.

Dari informasi-informasi yang dilontarkan oleh Prabowo, saya berpendapat besar kemungkinan beliau salah mendapat informasi tersebut dari kalangan-kalangan kw, seperti yang terjadi pada rekan saya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *