Mengapa Beberapa Bulan Purnama Disebut Supermoon?

Beberapa bulan purnama disebut supermoon. Ada 7 supermoon yang muncul pada tahun ini, satu diantaranya akan muncul pada tanggal 21 malam di langit Indonesia.

Tak semua bulan purnama disebut sebagai supermoon. Namun supermoon sudah pasti berupa bulan purnama. Supermoon adalah bulan baru atau purnama yang bertepatan dengan perigee (jarak terdekat antara bulan ke Bumi), dimana jarak terdekat tersebut maksimum 361.740 km.

Menurut definisi asli supermoon yang diciptakan oleh Richard Nolle pada 1979, supermoon adalah bulan purnama atau bulan baru yang harus memiliki jarak maksimum 90 persen dari jarak rata-rata bulan ke bumi. Jarak rata-rata antara bulan dengan bumi adalah 406.000 km.

Dengan kata lain, setiap bulan purnama atau bulan baru yang memiliki jarak paling panjang 361.740 km dari planet kita, yang diukur dari pusat-pusat bulan dan Bumi, adalah sebuah supermoon.

Tahun ini, pada tahun 2019, jarak terdekat antara bulan dan Bumi berada sejauh 356.761 mil (356.761 km). Jarak yang kurang dari 361,740 km ini dikategorikan sebagai supermoon.

Pada 2019, bulan pada titik terjauhnya berayun ke 252.622 mil (406.555 km) dari Bumi. Pada saat itu, bulan dikatakan berada pada 0 persen dari pendekatan terdekatnya.

Pada titik terdekatnya untuk tahun ini, bulan berada sekitar 30.000 mil atau 50.000 km lebih dekat daripada pada jarak paling jauh. Jika Anda menghitung, 90 persen pendekatan terdekat bulan adalah 224.775 mil (361.740 km).

Supermoon pertama yang jatuh pada tahun ini dapat dilihat pada tanggal 21 Januari. Supermoon berikutnya jatuh pada tanggal 19 Februari, 21 Maret 2019, 1 dan 30 Agustus, dan terakhir tanggal 28 September.

Dari 7 supermoon yang datang tahun ini, bulan purnama tanggal 19 Februari menampilkan supermoon yang terdekat dan terbesar tahun 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *