Cara Menguji Kemurnian Tembaga Sulfat

Kemurnian Tembaga Sulfat

Kemurnian tembaga sulfat bisa di analisa sendiri, tanpa harus melalui proses pengujian menggunakan jasa laboratorium mineral.

Tembaga Sulfat kristal adalah garam tembaga, yang terdiri dari ion tembaga II (Cu2+) dan ion sulfat (SO42-). Saat dilarutkan dalam air, garam tembaga sulfat terurai menjadi kation tembaga (Cu2+) dan anion sulfat (SO42-).

Tembaga sulfat yang dijual di pasaran berupa kristal biru dengan rumus kimia CuSO4. 5 H2O (copper sulfate pentahydrate).

Jika dihitung menggunakan stoikiometri, kandungan tembaga dalam tembaga sulfat murni sebagai berikut :

Berat atom / Massa Atom Cu (BA Cu) = 64

Berat Atom S (BA S) = 32

BA O = 16

BA H = 1

Total berat senyawa tembaga sulfat pentahidrat =

BA Cu + BA S + BA O x 9 + BA H x 10 = 64 + 32 + 144 + 10 = 250

Persentase Cu dalam CuSO4. 5 H2O = (BA Cu / BM CuSO4. 5H2O) x 100% =  (64/250) x 100% = 25,6%

Artinya, dalam setiap 1 kg kristal tembaga sulfat biru, terkandung logam tembaga sebanyak 256 gram.

Bagaimana cara mengetahui kemurnian garam tembaga sulfat ?

Ada beberapa cara untuk mengetahui tingkat kemurnian tembaga sulfat, antara lain :

  1. Melakukan proses laboratorium, bisa menggunakan menggunakan metode AAS atau ICP.
  2. Melakukan pengujian secara kimia analisa kualitatif dan kuantitatif. Pengujian menggunakan metode ini bisa anda lakukan sendiri

Pengujian Kemurnian Tembaga Sulfat Menggunakan Metode Analisa Kualitatif

Untuk pengujian secara kualitatif, anda harus memiliki peralatan seperti di bawah ini :

  1. Beaker glass, minimum berukuran 100 ml atau 250 ml.
  2. Pengaduk kaca.
  3. Masker pelindung pernafasan.
  4. Sarung tangan karet.
  5. Kertas saring, yang bisa diperoleh di toko-toko yang menjual bahan kimia atau peralatan laboratorium.
  6. Peralatan pendukung lain yang bisa disaksikan pada video di bawah ini.

Bahan-bahan kimia yang dibutuhkan :

  1. Air tawar TDS = 0, atau air aquadset sebagai pelarut kristal tembaga II sulfat.
  2. Kristal tembaga II sulfat (CuSO4. 5 H2O) yang berwarna biru atau biru kehijauan.
  3. Amoniak konsentrasi 20% atau 10 % (sebaiknya gunakan amoniak konsentrasi 10% agar baunya tak terlalu menyengat).

Proses pengujian :

Lihat video berikut :

1. Larutkan tembaga sulfat dalam air aquadest hingga sempurna. Gunakan batang kaca sebagai pengaduk.

2. Masukkan secara bertahap larutan amoniak ke dalam larutan tembaga. Pada saat pemasukan awal akan terbentuk endapan. Endapan berwarna putih kebiruan menyiratkan kemungkinan endapan adalah tembaga.

Jika endapan berwarna keruh kemerahan atau kekuningan, kemungkinan larutan tembaga sulfat mengandung sejumlah logam lain yang juga ada pada kristal copper sulfate.

3. Tambahkan terus larutan amoniak ke dalam larutan+endapan, hingga terbentuk larutan yang berwarna biru tua (biru spiritus).

4. Jika langkah 3 tak menyisakan endapan sama sekali, dapat disimpulkan bahwa kristal tembaga sulfat yang anda miliki murni.

5. Jika prosedur 3 menyisakan endapan, dapat dipastikan kristal tembaga sulfat mengandung sejumlah mineral logam lain di dalamnya. Makin banyak persentase endapan, makin rendah kadar tembaga dalam larutan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *