Video Visualisasi Defenisi Kalor Laten

Kalor laten

Kalor laten atau panas laten adalah panas yang tersimpan saat proses pembentukan suatu senyawa atau unsur kimia elementer.

Penyiraman Kapur Gamping

Gamping atau kapur masak adalah suatu contoh sederhana dari kalor laten. Untuk menjadikan gamping, kita harus membakar kapur mentah pada suhu di atas 900 oC. Pada suhu tersebut, terjadi reaksi pelepasan gas CO2 dari kapur, yang dipaksa oleh panas yang mengenai kapur, dengan reaksi kimia berikut :

CaCO3     <===>  CaO + CO2

Hasil dari pembakaran kapur adalah gamping atau CaO, yang menyimpan sebagian panas yang diterima. Namun secara kasat mata, saat kita sentuh, kapur gamping memiliki suhu yang normal pada udara kering dan tak mengandung CO2.

Akan tetapi saat gamping kita celupkan ke dalam air, akan muncul panas yang tinggi, ,membuat air menjadi mendidih di sekitar kapur. Pada proses ini, kapur gamping melepaskan panas yang disimpan, untuk menjadi senyawa baru Ca(OH)2.

Atau jika kapur dikenai oleh konsentrasi gas CO2 pada suhu rendah, akan terjadi panas tinggi, menyebabkan gamping berubah dan kembali ke bentuk senyawa asalnya.

CaO + CO2 <===>  CaCO3

Pengenceran asam sulfat pekat

Asam sulfat (H2SO4) pekat adalah larutan asam yang terbentuk akibat dari reaksi endotermik (yang dipaksakan menggunakan panas) antara gas SO2, oksigen O2, dan air H2O.

Saat diencerkan menggunakan air, larutan asam sulfat pekat akan mengeluarkan panas yang tersimpan, menyebabkan larutan menjadi panas, yang bisa melebihi 100 oC.

Logam tembaga dibuat melalui proses reduksi senyawa tembaga yang diikuti oleh peleburan tembaga menggunakan panas hingga 1100 oC. Saat telah menjadi logam, unsur kimia tembaga menyimpan panas, yang akan dilepaskan saat teroksidasi oleh udara atau bahan kimia lainnya.

Video Visualisasi Kalor laten

Begitupun aluminium. Aluminium dibuat dari elektrolisa senyawa Al2O3 murni pada suhu di atas 900 oC. Saat teroksidasi, unsur aluminium yang semula logam, akan melepaskan sebagaian panas yang tersimpan padanya.

Dari contoh-contoh di atas, jelas bahwa kalor laten atau panas laten adalah panas yang tersimpan dalam suatu senyawa atau unsur, yang terjadi pada saat proses pembentukannya. Panas laten akan dilepaskan saat terjadi proses penguraian.

Kita makan nasi yang telah mengandung kalor laten yang ada padanya. Kalor laten nasi berasal dari padi yang terbentuk akibat proses fotosintesa menggunakan panas dari cahaya matahari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *