Belasan Kegunaan Perak Nitrat

Ada belasan kegunaan perak nitrat, termasuk salah satunya untuk pengobatan kutil. Perak nitrat dibuat dari reaksi pelarutan logam perak menggunakan asam nitrat.

Beberapa kegunaan perak nitrat yang utama sebagai berikut :

  • Sebagai prekursor untuk mpembuatan berbagai senyawa perak, baik perak anorganik, maupun senyawa perak organik.
  • Sebagai antiseptik dan obat luar, khususnya untuk pengobatan kutil
  • Sebagai reagent terhadap kecukupan dalam reaksi kimia.

Perak nitrat sebagai prekursor untuk pembuatan senyawa-senyawa perak

– Perak nitrat sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa perak bromida, yang digunakan sebagai lapisan pada negatif film fotografi.

Meskipun sekarang dunia fotografi sebagian besar sudah tak lagi menggunakan klise film, namun perak bromida masih digunakan pada klise rontgen dan klise foto X-ray untuk mendeteksi keretakan pada pipa-pipa pengeboran minyak dan gas bumi.

– Perak nitrat digunakan untuk pembuatan senyawa perak asetat, melalui reaksi antara perak nitrat dan sodium asetat.

Perak asetat banyak digunakan sebagai katalis dalam industri kimia.

– Perak nitrat digunakan sebagai bahan baku pembuatan disianoargentat.

Disianoargentat adalah senyawa kompleks antara logam perak dan ion sianida. Disianoargentat banyak digunakan dalam industri penyepuhan perak.

Perak nitrat sebagai obat kutil.

Perak nitrat adalah oksidator super kuat, yang mampu membunuh mikroorganisme dan virus dalam waktu seketika. Pengolesan kutil yang menggunakan larutan perak nitrat encer dalam 1 minggu mampu menghilangkan hingga 48% dari jumlah kutil yang ada.

Perak nitrat sebagai reagent dalam reaksi kimia.

– Reagent penguji kecukupan sianida bebas dalam lumpur atau dalam larutan bening dari proses sianidasi batuan emas.

Pengujian kecukupan sianida dilakukan dengan cara meneteskan cairan perak nitrat pada larutan hasil leaching. Untuk menguji masih cukup atau tidaknya ion sianida, larutan perak nitrat diteteskan.

Jika hasil penetesan tetap menghasilkan larutan yang bening, dapat disimpulkan bahwa sianida yang digunakan masih cukup. Namun jika penetesan menghasilkan endapan putih kapur, dapat dikatakan ion sianida sudah berkurang banyak, dan perlu dilakukan penambahan.

– Pengujian kejenuhan larutan thiosulfate (fikser) pada proses fiksasi film fotografi.

Larutan thiosulfate yang telah jenuh akan menghasilkan endapan putih saat ditetesi oleh perak nitrat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *