Pembuatan Asam Nitrat mengunakan Proses Ostwald

Cara pembuatan asam nitrat yang banyak dilakukan dalam industri umumnya menggunakan proses Ostwald. Proses ini memerlukan bahan baku amoniak cair, gas oksigen, dan air murni. Asam nitrat adalah larutan tak berwarna yang digunakan dalam pembuatan senyawa organik dan anorganik nitrat untuk pupuk, zat warna, bahan peledak, dan pengolahan logam mulia.

Asam nitrat paling sering diproduksi menggunakan proses Ostwald. Proses Ostwald mengubah amonia menjadi asam nitrat yang melibatkan 2 tahapan proses.

Langkah pertama, amonia dioksidasi menggunakan oksigen untuk menghasilkan nitrogen dioksida. Pada tahap ke-2, nitrogen dioksida yang terbentuk diserap ke dalam air. Pada gilirannya ini membentuk asam nitrat.

Proses Ostwald merupakan metode umum yang digunakan untuk pembuatan asam nitrat.

Asam nitrat umumnya digunakan dalam pupuk dan obat-obatan, dan karena reaksi kimia dengan beberapa senyawa, asam nitrat digunakan dalam bahan bakar roket dan bahan peledak seperti trinitrotoluene (TNT).

Amonia dikonversi menjadi asam nitrat dalam 2 tahap. Zat ini dioksidasi oleh oksigen dengan bantuan katalis jaring platinum (yang merupakan paduan logam 90% platinum dan 10% rodium). Hasil dari reaksi ini adalah gas nitrogen monoksida dan uap air .

Reaksi ini dilakukan pada tekanan tinggi, menghasilkan panas karena berupa reaksi eksotermik. Panas yang tinggi menyebabkan naiknya tekanan antara 4-10 Atm:

4 NH3 (g) + 5 O2 (g) -> 4 NO (g) + 6 H2O (g)  (ΔH = −905.2 kJ/mol)      (i)

Reaksi di atas berlangsung pada suhu 600-800 oC.

Tahap dua meliputi dua reaksi dan dilakukan dalam peralatan penyerapan yang mengandung air. Awalnya oksida nitrat dioksidasi lagi menggunakan gas oksigen untuk menghasilkan nitrogen dioksida (reaksi ii). Gas ini mudah diserap oleh air, pada reaksi (iii) direaksikan dengan air, menghasilkan produk asam nitrat, dan gas nitrogen monoksida (NO).

2 NO (g) + O2 (g) -> 2 NO2 (g) (ΔH = −114 kJ/mol)     (ii)

 3 NO2 (g) + H2O (aq) -> 2 HNO3 + NO (g)     (iii)

Sisa gas NO pada reaksi iii selanjutnya di recycle kembali menjadi HNO3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *