Berbagai Cara Pengolahan Emas

Pengolahan emas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mengolah emas adalah suatu pekerjaan yang berkaitan dengan emas, mulai dari ekstraksi emas dari raw materialnya, hingga pengerjaan logam emas untuk berbagai keperluan.

Secara garis besar, pengolahan emas dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

  • Ekstraksi bijih emas dari raw material (batuan mineral emas) untuk dijadikan logam emas
  • Pengolahan logam emas untuk berbagai aplikasi

I. EKSTRAKSI EMAS DARI BATUAN MINERAL EMAS

Semua logam emas berasal dari alam. Jika ada yang mengatakan bahwa emas bisa dibuat dari tembaga atau merkuri, maka dipastikan informasi tersebut adalah hoaks. Emas di alam selalu berupa logam (native), karena mudahnya unsur kimia ini tereduksi dari senyawa nya. Inilah mengapa emas disebut sebagai logam mulia.

Emas tersebar luas di permukaan bumi dan di dalam kulit bumi. Sebaran ini terdiri dari gumpalan logam emas yang bisa seberat di atas 10 kg, partikel emas kasar yang disebut emas nugget, emas pasir yang memiliki diameter di atas 1 mm, hingga bijih emas koloid yang berukuran kurang dari 1 mikrometer.

Karena sebaran bijih emas ,memiliki besar yang variatif, maka proses penambangannya pun menggunakan berbagai metode yang disesuaikan dengan ukuran bijih emas tersebut.

I.1. Ekstraksi Bijih Emas Nugget dan Kasar Menggunakan Sluice Box dan Pendulangan

Untuk bijih-bijih kasar yang telah terlepas dari pembungkusnya (emas liberal), orang-orang mengambilnya menggunakan metode sluice box. Untuk skala kecil banyak yang melakukan cara pendulangan menggunakan alat dulang. Mendulang di berbagai daerah memiliki penamaan lokal. Misalnya di beberapa daerah mendulang emas memiliki istilah melenggang emas. Di wilayah timur Indonesia, istilah tibe lebih populer dibanding istilah “dulang”.

I.2 Ekstraksi Bijih Emas Menggunakan Meja Getar dan sejenisnya.

Meja getar (shaking table) banyak digunakan untuk memisahkan emas dari pasir halus atau lumpur. Pemisahan menggunakan meja getar bisa menangkap bijih emas yang penampangnya memiliki ukuran dibawah 1 mm. Selain meja getar beberapa peusahaan menggunakan tabung knelson, yang semuanya menggunakan prinsip “pemisahan berdasar berat jenis”.

I.3. Pengolahan emas metode Amalgamasi

Amalgamasi adalah metode pengumpulan butiran emas menggunakan logam merkuri. Logam merkuri yang memiliki fase cair di atas -38oC, membentuk ikatan logam dengan beberapa jenis logam. Logam-logam yang bisa berikatan dengan merkuri antara lain emas, tembaga, perak, aluminium, dan beberapa jenis logam lainnya.

Amalgamasi banyak digunakan untuk mengumpulkan bijih-bijih emas dari batuan yang mengandung emas. Biasanya sistem ini dilakukan berbarengan dengan proses penghalusan batuan emas metode basah, misalnya dilakukan pada alat ball mill, rood mill, dan tromol atau glundung.

Emas yang masuk ke dalam gumpalan merkuri selanjutnya dipisahkan menggunakan penyaringan kain nilon halus, atau kain lap untuk kendaraan bermotor, yang memiliki pori-pori sangat halus.

Gumpalan merkuri yang mengandung bijih emas dimasukkan ke dalam kain, selanjutnya diperas. Pada proses ini, logam-logam merkuri akan keluar dari pori-pori halus, menyisakan gumpalan bijih emas yang masih terbungkus sisa logam merkuri.

Proses selanjutnya adalah memisahkan sisa logam merkuri melalui penguapan, yang dalam istilah amalgamasi diberi istilah khusus “retort” atau “retorting”. Pada proses ini, gumpalan emas  yang masih tersalut merkuri dimasukkan ke dalam tabung logam letter U terbalik dan dipanaskan. Hasil pemanasan, logam merkuri menguap dan disuling ke wadah lain, sedangkan gumpalan emas tetap tertinggal dalam tabung.

I.4. Ekstraksi Bijih Emas Menggunakan Boraks

Boraks bisa menggantikan peran merkuri dalam mengumpulkan bijih emas dari lumpur. Pada dasarnya sifat asli logam hydrophobic atau “anti air”.

Meskipun jauh lebih berat dari air, namun bijih-bijih logam yang sangat halus cenderung mengambang di atas permukaan air, karena sekelilingnya dilapisi oleh udara tipis, yang bisa di analogikan seperti “pelampung”.

Saat lumpur diaduk dan diluapkan secara kontinu, sebagian besar dari partikel emas halus akan ikut beserta lumpur, keluar dari wadah.

Nah, boraks dalam proses ini, bertujuan mengubah watak logam, khususnya bijih emas, dari hydrophobic menjadi hydrophilic (suka air). Masuk dan larutnya boraks menyebabkan kulit bijih emas menjadi terlapisi oleh air, sehingga akibat beratnya, hampir semua logam emas tenggelam di dasar wadah.

I.5. Ekstraksi Bijih Emas Menggunakan Froth Flotation

Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan sifat logam emas yang hydrophobic. Karena pada dasarnya logam bersifat hydrophobic, lantas digunakan rekayasa untuk menjadikan sifat ini menjadi makin kuat. Froth flotation menggunakan 3 bahan kimia yang memiliki fungsi berbeda. Bahan kimia untuk mengambangkan bijih emas diberi istilah frother, pengumpul bijih diberi istilah kolektor, dan penekan mineral lain diberi istilah depressant.

3 jenis bahan kimia ini bekerja secara simultan, menghasilkan busa yang membawa mineral logam keluar dari tabung reaktor. Metode ini digunakan pada batuan emas yang memiliki kandungan logam-logam dasar yang tinggi, mineral sulfur tinggi, dan bijih emas yang halus.

Metode froth flotation digunakan pada aktifitas ekstraksi hasil tambang PT. Freeport Indonesia, dan eks PT. Newmont NTB.
I.6. Pengolahan Emas Melalui Proses Pelarutan

Pengolahan emas dari batuan atau pasir dan lumpur bisa dilakukan dengan cara melarutkan bijih emas, kemudian memisahkan larutannya dari padatan yang tak larut, dan melakukan metalisasi larutan (proses reduksi dari ion emas menjadi logam) pada proses selanjutnya.

Ada banyak larutan kimia yang bisa digunakan untuk melarutkan logam emas. Sebagian diantaranya digunakan untuk produksi, sebagian lain khusus untuk proses-proses laboratorium.

Pelarut-pelarut untuk pengolahan emas skala produksi antara lain :

Pelarut mineral emas untuk skala laboratorium :

  • Aqua regia
  • Hidrogen perklorate
  • Hidroquinnon

 

II. Pengolahan Logam Emas

Pengolahan logam emas adalah cara mengolah logam emas untuk berbagai keperluan, meliputi :
  1. Pemurnian logam emas
  2. Ekstraksi emas dari paduan emas, misalnya ekstraksi emas dari perangkat elektronika.
  3. Pelapisan emas, termasuk di dalamnya penyepuhan dan electroplating menggunakan disianoaurate.
II.1. Pemurnian Logam Emas

Emas, baik yang berasal dari tambang maupun dalam sejumlah aplikasi industri dan dunia perhiasan emas, sebagian besar bukanlah emas murni. Logam emas pada mineralnya umumnya mengandung sejumlah logam ikutan dalam keluarganya, yaitu perak dan tembaga.

Dalam beberapa kasus, logam logam emas juga bercampur dengan logam platina dan palladium. Pada kasus lainnya, ditemukan juga campuran logam timbal pada paduan emas, dan sejumlah unsur kimia metalloid semacam arsen.

Pada perangkat elektronika digital untuk transmisi data kecepatan tinggi, emas umumnya digunakan sebagai konduktor pada prosesor-prosesor, dan pelapis konduktor tembaga agar tak mudah teroksidasi, dan pelapis jalur tansmisi data pada papan sirkuit elektronika.

Emas juga digunakan sebagai pelapis logam lain untuk perhiasan imitasi.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pemurnian logam emas.

Cara ini efektif untuk memurnikan emas dari campuran logam-logam perak, tembaga, dan timbal. Logam emas yang dihasilkan dari cara ini memiliki tingkat kemurnian hingga 99 %.

  • Pemurnian emas menggunakan aqua regia.

Cara ini baik digunakan untuk logam emas yang telah memiliki kadar tinggi, atau bisa digunakan untuk mengekstrak emas dari limbah peralatan elektronika. Pemurnian menggunakan aqua regia mampu menghasilkan logam emas dengan tingkat kemurnian hingga 99,5%.

Cara ini mampu menghasilkan logam emas dengan tingkat kemurnian hingga 99,99%.

  • Pemurnian emas menggunakan boraks.

Cara ini umumnya digunakan saat proses peleburan logam emas. Boraks pada saat peleburan emas bertindak sebagai oksidator berkekuatan sedang. Cairan boraks panas pada saat emas meleleh akan mengoksidasi sebagian besar logam-logam dasar yang sebelumnya membentuk paduan dengan emas.

Misalnya cemaran tembaga dalam jumlah kecil, bisa dipisahkan dari cairan logam emas. Juga timbal, seng, dan sebagain unsur kimia metalloid. Namun lelehan boraks tak mampu mengoksidasi logam perak.

  • Pemurnian emas menggunakan gas klorin.

Cara ini dilakukan dalam proses peleburan logam emas. Logam emas cair disemprot menggunakan gas klorin (Cl2) yang berasal dari generator gas klorin. Gas klorin yang menyerang kulit terluar dari cairan logam emas akan mengoksidasi nyaris semua logam, termasuk emas itu sendiri.

Namun karena emas memiliki tingkat reduksi yang kuat, maka garam emas yang terbentuk saat klorinasi akan menyerang logam-logam yang memilki reaktifitas lebih tinggi, seperti tembagaaa, perak, dan palladium.

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *