Cara Membuat Timbal Nitrat

Cara membuat timbal nitrat merupakan pelajaran yang perlu diketahui oleh para pelaku pengolahan emas menggunakan sianida. Timbal nitrat atau timbal II nitrat merupakan senyawa kimia yang jarang ditemukan di pasaran.

Jarangnya senyawa kimia ini diperdagangkan karena sifatnya yang memang racun, memberi efek buruk bagi kesehatan, dan penggunaannya terbatas pada bidang-bidang tertentu.

Timbal nitrat memiliki fungsi yang sangat baik untuk proses sianidasi. Fungsi utama timbal nitrat dalam pengolahan emas menggunakan sianida terletak pada bergunanya senyawa ini untuk menetralisir gas H2S dan natrium sulfida (Na2S).

H2S atau hidrogen sulfida bersifat asam lemah, yang bisa terbentuk meskipun pada pH yang tinggi. Dua senyawa kimia ini mudah bereaksi dengan logam perak, menyebabkan terjadinya passivasi bijih-bijih emas. Penjelasan lengkap fungsi timbal nitrat dalam sianidasi bisa Anda baca pada link ini.

Cara Membuat Timbal Nitrat

Untuk membuat timbal nitrat kita membutuhkan beberapa bahan kimia dan peralatan pendukung.

Bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk membuat timbal nitrat:
  1. Air tawar yang tak tercemar air laut dan memiliki kesadahan rendah.
  2. Larutan asam nitrat konsentrasi 68% (asam nitrat teknis).
  3. Logam timbal (timah hitam)
Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat timbal nitrat :
  1. Panci stainless steel atau tabung stainless steel yang telah di modifikasi menggunakan corong udara letter U terbalik. Kegunaan corong udara untuk proses penyulingan uap dari reaksi kimia yang terjadi. Pansi stainless steel difungsikan sebagai reaktor tempat dibuatnya kristal timbal nitrat.
  2. Sarung tangan karet, masker pernafasan, kacamata pelindung, dan berbagai peralatan pengaman lainnya.
  3. Tabung berisi air dingin yang digunakan sebagai wadah penyulingan uap dari reaktor.
  4. Berbagai peralatan pendukung yang diperlukan, misalnya pompa bahan kimia untuk memompa larutan asam nitrat dari wadahnya.
  5. Pemanas gas atau pemanas lain yang bisa mendidihkan air.
Proses Pembuatan timbal nitrat

Langkah awal setelah peralatan dan bahan kimia mencukupi adalah memecah logam timbal menjadi serpihan kecil. Untuk melakukan hal ini, kita bisa mencairkan logam menggunakan pemanas burner, dan mengalirkan cairan timbal ke dalam panci logam yang telah diisi oleh air.

Langkah berikutnya mengambil larutan asam nitrat dari dalam wadahnya menggunakan selang pompa atau pipet. Proses ini harus dilakukan secara hati-hati, dengan perlengkapan pengaman yang cukup. Setelah dipindahkan ke wadah tertentu (misalnya panci stainless, encerkan larutan asam nitrat menggunakan air tawar dengan perbandingan 1 : 4, dimana 1 volume HNO3 berbanding dengan 4 volume air tawar.

Proses reaksi kimia HNO3 + logam timbal
  1. Masukkan logam timbal ke dalam reaktor
  2. Masukkan larutan asam nitrat ke dalam reaktor, dengan perhitungan awal sebanyak 25 x volume logam timbal
  3. Reaksi kimia segera terjadi sesaat setelah masuknya asam nitrat. Oleh karena itu, setelah memasukkan asam nitrat, tutup rapat reaktor.
  4. Panaskan reaktor di atas nyala api (bisa gunakan kompor atau pemanas jenis lainnya.
  5. Lakukan pemanasan selama sekitar 20 menit. Saat berlangsungnya reaksi, sejumlah uap gas NO2 keluar dari cerobong yang diteruskan ke tabung air tawar. Hasilnya pH air tawar menjadi turun drastis, karena gas yang keluar membentuk larutan HNO3 di media air tawar.
  6. Setelah 20 menit, hentikan pemanasan, dan biarkan pendinginan reaktor selama 1 jam.
  7. Buka reaktor, namun hindarkan pernafasan menghirup sebagian dari uap gas NO2 yang tertinggal di dalam reaktor.
  8. Pindahkan larutan timbal nitrat ke wadah lain yang terbuat dari plastik.
  9. Masukkan larutan HNO3 pekat ke dalam larutan timbal nitrat. Saat dimasukkan HNO3, terbentuk kristal timbal nitrat yang langsung mengendap di dasar wadah. Terus tambahkan larutan HNO3, hingga pembentukan kristal terhenti.
  10. Sisa larutan dari proses 9 digunakan kembali sebagai pelarut sisa timbal di dalam reaktor. Mengulangi proses ini akan terus menghasilkan kristal timbal nitrat.

Proses terbentuknya kristal timbal nitrat saat larutan timbal nitrat diberi larutan HNO3 disebabkan ketentuan bahwa larutan timbal nitrat tak larut dalam asam nitrat.

Proses-proses di atas harus dilakukan oleh individu yang memang telah ahli dalam melakukan pekerjaan kimia. Perlu diketahui, untuk membuat bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun harus memiliki ijin tersendiri.

Bagi yang ingin mencoba, harus didampingi oleh orang yang sudah expert dan memiliki ijin yang sesuai dengan keahliannya !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *