Cara Membuat Garam Krosok

Cara membuat garam krosok adalah cara pembuatan garam yang paling mudah dilakukan. Pembuatan garam krosok tak memerlukan keahlian ilmu pengetahuan khusus. Pembuatan garam krosok mengandalkan musim dan luasan lahan penggaraman.

Musim pembuatan garam krosok umumnya dimulai pada bulan Juni di wilayah barat Pulau Jawa, dan akhir bulan Mei di wilayah lebih timur. Faktor ini disebabkan wilayah timur lebih dahulu memasuki musim kemarau dan memiliki kemarau yang lebih panjang.

Garam krosok diperoleh dari proses penjemuran air laut. Atau secara sains dikatakan pengeringan air laut melalui evaporasi. Dalam 1 m3 air laut rata-rata memiliki kandungan garam 30 kg, dan kandungan air tawar sekitar 967,5 liter.

Untuk menguapkan air inilah diperlukan waktu yang lama, dimana pada interval waktu tersebut, curah hujan harus dipastikan minimum atau tak turun sama sekali. Pada awal pembuatan garam, curah hujan masih memungkinkan sebanyak 2 kali dalam 1 bulan, dengan intensitas yang rendah.

Proses pembuatan garam krosok

1. Proses pematangan lahan garam

Di awal musim membuat garam krosok, hal pertama yang dilakukan adalah pematangan lahan. Lahan yang akan digunakan untuk membuat garam umumnya terendam air di musim hujan, dan sebagian diantaranya mengalami kerusakan.

Cara Membuat Garam Krosok

Gambar 1. Diagram Lahan Pembuatan Garam Krosok

Daratan yang akan dijadikan sebagai lahan pembuatangaram harus terlebih dahulu dikeringkan, dibentuk rata terhadap genangan air, dan ditanggul dari kemungkinan masuknya air yang tak diinginkan.

Lahan penggaraman umumnya berdekatan dengan pinggir laut, atau dekat dengan saluran air suplai dari pantai. Dari beberapa lokasi pembuatan garam krosok, ada lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pantai, namun ada juga yang berjarak hingga 7 km dari pantai.

Jauhnya jarak lahan garam dari pantai diatasi melalui saluran irigasi, yang saat kemarau ditanggul di sisi hulu, dan diisi oleh air laut dari muara.    

Lahan yang akan digunakan untuk penjemuran air asin harus datar, agar ketebalan air sama di setiap titik. Metode pembuatan garam yang dilakukan oleh petambak sekarang diberi istilah “metode ulir” atau “sistem ulir”.

Metode ini sebenarnya berasal dari Belanda saat masih menjajah Indonesia. Artinya metode pembuatan garam krosok masih merupakan ilmu warisan sejak ratusan tahun yang lalu, dan belum mendapat sentuhan teknologi baru.

2. Pengisian air laut

Daerah pesisir umumnya memiliki angin yang kencang. Banyaknya angin ini dimanfaatkan untuk memutar kincir, yang digunakan untuk pengisian air laut ke lahan penggaraman. Kincir angin bekerja berdasarkan ketebalan air pada lahan.

Saat ketebalan air di lahan berkurang, petambak garam membuka kincir dan mengarahkan berlawanan dengan arah angin. Pada kondisi ini, kincir berputar dan memompa air dari saluran ke lahan penggaraman.

Ke halaman 2..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *