Pengujian Kandungan Sulfat Pada Garam

Kandungan sulfat pada garam mempengaruhi beberapa parameter, mulai dari kemurnian NaCl, rasa, dan warna dari garam. Garam yang memiliki kualitas tinggi adalah garam yang memiliki kandungan NaCl tinggi. Adanya banyak kandungan sulfat akan menurunkan kadar NaCl.

Garam yang memiliki kandungan sulfat memiliki rasa kurang asin dan cenderung pahit. Garam yang mengandung sulfat juga memiliki warna yang kurang jernih dan kuran putih. Ciri-ciri garam yang mengandung banyak sulfat memiliki warna putih agak krem. Warna tersebut disebabkan garam mengandung senyawa gypsum (CaSO4).

Makin banyak kandungan sulfat makin rendah kandungan NaCl, dan makin kurang rasa asin suatu garam.

Pengujian kandungan sulfat pada garam bisa dilakukan menggunakan senyawa barium klorida (BaCl2). Barium klorida adalah garam barium yang mudah larut, berwarna putih, dan bersifat racun jika termakan, terminum, atau terhirup. Barium klorida juga dalam beberapa kasus menyebabkan gatal-gatal jika bersentuhan dengan kulit yang sensitif.

Proses pengujian kandungan sulfat pada garam

Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengujian kandungan sulfat sebagai berikut :

  1. Siapkan kristal garam yang akan diuji, timbang beratnya, dan catat hasil penimbangan
  2. Larutkan garam yang akan di uji ke dalam air aquadest (air suling), aduk hingga semua kristal terlarut.
  3. Jika larutan keruh karena kotoran, saring larutan menggunakan kertas saring.
  4. Timbang tepung barium klorida yang akan digunakan sebagai reagen penguji garam, catat beratnya.
  5. Masukkan tepung barium klorida ke dalam air aquadest, aduk merata hingga semua larut. Ukur volume larutan, karena penting untuk perbandingan dengan berat tepung BaCl2 yang digunakan.
  6. Teteskan larutan bening BaCl2 ke dalam larutan garam. Jika saat diteteskan terbentuk endapan warna putih (air garam menjadi keruh), dapat dipastikan garam mengandung sejumlah ion sulfat (SO42-). Jika ini terjadi, teteskan terus larutan BaCl2 secara titrasi, tentunya setiap terbentuknya endapan putih. Pemberian larutan BaCl2 dihentikan jika sudah tak terbentuk lagi endapan baru.
  7. Dari point 1 hingga 6, kita bisa menghitung berapa berat barium klorida yang digunakan untuk mengendapkan ion sulfat, dan melalui perhitungan stoikiometri, kita bisa menghitung berat ion sulfat dalam garam yang sedang di uji. Dengan cara ini, kita bisa menghitung kadar ion sulfat pada garam yang diuji.

Peralatan yang digunakan

  1. Beaker glass 250 ml, 500 ml, wadah air bersih, pengaduk kaca, kertas saring, timbangan analitik atau timbangan digital, dan beberapa peralatan penunjang lainnya.
  2. Masker pernafasan dan sarung tangan karet.

Reaksi kimia antara larutan garam yang mengandung ion sulfat dan larutan barium klorida sebagai berikut :

Ba2+  +  2 Cl   +  SO42-    ====>   BaSO4 (s)  +  2 Cl-

Reaksi kimia di atas memiliki arti bahwa setiap ion Ba2+ bertemu dengan ion SO42-  menyebabkan terbentuknya endapan suspensi senyawa BaSO4 (barium sulfat) yang tak larut dalam air. Barium sulfat memiliki kelarutan yang sangat rendah, sehingga akurasi pengujian kandungan sulfat menggunakan barium klorida sangat bisa dipertanggungjawabkan dan sangat akurat hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *