Pengujian Klorin Pada Garam

Pengujian klorin pada garam bisa dilakukan menggunakan senyawa perak nitrat. Meskipun tak mencerminkan kandungan NaCl, namun pengujian klorin pada garam umumnya masih dipakai oleh sebagian lembaga pengujian mutu garam, baik swasta maupun pemerintah.

Pengujian klorin adalah pengujian kandungan ion klor (Cl) dari kristal garam, sehingga yang diuji hanya satu sisi. Sedangkan garam terdiri dari kation dan anion, dan tak semua kation pada garam berupa ion natrium (Na).

Meskipun tak akurat, namun pengujian kemurnian garam menggunakan titratsi perak nitrat masih tetap digunakan oleh sejumlah lembaga atau perusahaan.

Pengujian menggunakan titrasi perak nitrat dilakukan menggunakan dasar teori reaksi kimia berikut :

Ag + + NO3  +  Cl  ===è   AgCl (s)  +  NO3

Dari reaksi kimia di atas, kontak fisik antara ion perak (Ag+) dan ion klorin Cl pada larutan garam menyebabkan terbentuknya senyawa kimia baru perak klorida (AgCl) yang tak larut dalam air.

Dengan cara ini kita bisa menghitung jumlah berat unsur kimia klorin (Cl2) dalam kristal garam, berdasarkan perbandingan dengan berat perak klorida yang digunakan.

Proses pengujian klorin pada garam dilakukan pada ruangan yang sedikit terpapar sinar matahari. Ini disebabkan senyawa perak klorida (AgCl) yang terbentuk saat reaksi sensitif terhadap cahaya ultraviolet, khususnya ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

Pengujian kandungan korin tak mencerminkan kemurnian kristal garam yang di uji. Karena pengujian menggunakan perak nitrat ini terbatas hanya untuk mengetahui jumlah berat unsur kimia klorin di dalam kristal garam.

Jika cara ini dipakai sebagai dasar untuk mengetahui kadar NaCl pada garam, tentulah hasilnya tak bisa dipertanggungjawabkan. Dalam semua jenis garam, baik garam industri, farmasi, dan garam untuk analisa kimia, tetap selalu ditemukan adanya kation selain Na di dalam garam tersebut.

Pengujian kemurnian garam menggunakan perak nitrat pada beberapa kasus menyebabkan polemik di kalangan praktisi garam, baik pedagang maupun produsen. Karena hasil pengujian menggunakan AAS selalu tak sama dengan pengujian perak nitrat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *