Pengujian Magnesium Pada Garam

Pengujian magnesium pada garam merupakan 1 rangkaian dalam proses pengujian kemurnian garam. Umumnya semua produk garam masih mengandung magnesium pada kristalnya. Kandungan magnesium relatif tinggi pada garam yang dihasilkan oleh tambak garam. Kandungan ion ini makin kecil pada garam berkualitas tinggi, misalnya garam untuk keperluan industri.

Magnesium pada garam mempengaruhi rasa garam tersebut. Magnesium memberikan rasa pahit getir, disamping rasa asin garam. Dalam konsentrasi magnesium yang makin besar pada garam, rasa garam makin mendekati pahit getir.

Ciri-ciri banyaknya kandungan magnesium dapat juga diamati melalui kekeringan kristal garam. Magnesium sulfat maupun magnesium klorida bersifat deliquescence, suatu sifat higroskopis yang berlebihan. Sifat ini menyebabkan kristal garam cenderung basah pada suhu kamar dan tekanan udara 1 atmosfir. Makin lembab kristal garam, makin tinggi kandungan magnesium dalam garam tersebut.

Garam yang mengandung magnesium juga terasa lengket jika tersentuh kulit atau telapak tangan. Makin lengket suatu kristal garam, dipastikan kristal tersebut memiliki kandungan magnesium yang tinggi.

Pengujian magnesium pada garam

Untuk memastikan kadar magnesium dalam garam, kita bisa melakukan pengujian menggunakan analisa kimia kuantitatif, menggunakan senyawa NaOH atau soda api / soda caustic sebagai reagent penguji.

Dasar teori dari pengujian kandungan magnesium adalah reaksi kimia berikut :

2 Na+  +  2 OH  +  Mg2+   ======è  Mg(OH)2 (s)  +  2 Na+  

Dimana reaksi kimia antara ion Mg2+ dan ion OH menghasilkan senyawa Mg(OH)2 yang sebagian besar tak larut dalam air. Kelarutan Mg(OH)2 pada suhu 25 °C sebesar 0.0064 g/L, dan pada suhu 100 °C naik menjadi 0.04 g/L.

Persiapan proses pengujian kandungan megnesium pada garam

Untuk melakukan pengujian magnesium pada garam, kita harus mempersiapkan peralatan dan bahan-bahan kimia yang diperlukan.

Peralatan yang dibutuhkan untuk pengujian magnesium pada garam sebagai berikut :

  1. Timbangan digital yang memiliki akurasi minimum 2 digit di belakang koma.
  2. Gelas-gelas pyrex, seperti beaker glass, erlenmeyer, dan pengaduk kaca.
  3. Gelas ukur
  4. Saringan kertas
  5. Corong untuk wadah dudukan kertas saring. Bisa juga menggantinya dengan penyaring teh, yang luasnya disesuaikan luas gelas pyrex yang digunakan.
  6. Sarung tangan karet.
Bahan kimia yang dibutuhkan untuk proses pengujian magnesium pada garam sebagai berikut :
  1. Soda api kering (caustic soda flake)
  2. Garam yang akan diuji.
  3. Air aqua destilasi (air suling TDS =0).

Tahap-tahap pengujian.

  1. Timbang garam yang akan diuji kandungan magnesiumnya, katakan sebanyak 100 gram.
  2. Timbang soda api yang akan digunakan sebagai reagent, sekitar 10 gram.
  3. Masukkan air aquadest ke dalam beaker glass untuk melarutak garam, sekitar 400 ml.
  4. Larutkan kristal garam dalam beaker glass yang telah diisi air.
  5. Larutkan soda api ke dalam gelas ukur yang telah diberi air sekitar 25 ml.
  6. Masukkan larutan soda api ke dalam beaker glass secara bertahap. Jika saat diteteskan terbentuk endapan putih keruh, dipastikan garam mengandung sejumlah magnesium. Biarkan sejenak hingga semua endapan turun ke dasar beaker glass.
  7. Teteskan kembali larutan soda api ke dalam larutan garam, aduk merata, diamkan kembali. Proses ini dilakukan berulang hingga penambahan larutan soda api tak menghasilkan endapan baru.

Dari proses di atas, endapan yang terbentuk adalah senyawa Mg(OH)2 yang berwarna putih. Untuk memisahkan senyawa ini dari air garam, kita bisa melakukan penyaringan menggunakan kertas saring.

Untuk menghitung jumlah magnesium dalam garam, kita bisa memulai dari perhitungan molaritas larutan naOH, sehingga didapatkan jumlah NaOH yang bereaksi dengan larutan garam.

Dari dasar perhitungan jumlah NaOH, akan diperoleh jumlah berat magnesium yang bereaksi dengan NaOH. Selamat mencoba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *