Akuratkah Perak Nitrat Untuk Pengujian Garam

Akuratkah perak nitrat digunakan untuk pengujian garam? Di sejumlah laboratorium, pengujian kadar garam masih menggunakan metode titrasi larutan perak nitrat. Padahal metode ini sudah ketinggalan jaman untuk menampilkan kemurnian garam.

Pada dasarnya ketiggalan jaman dari titrasi perak nitrat bukan pada akurasi pengukuran klorinnya, namun pada penentuan NaCl. Sebab perak nitrat hanya berguna untuk identifikasi ion Cl- dan ion Br- dalam air garam. Sedangkan jumlah natrium tak terdeteksi oleh larutan perak nitrat.

Padahal kandungan kation garam bukan hanya natrium, namun ada juga unsur magnesium, kalsium (Ca), kalium, dan beberapa kation unsur kimia lainnya.

Pengujian kadar NaCl tak sama dengan pengujian klorin menggunakan perak nitrat. Pengujian kadar NaCl pada garam harus dilakukan tak hanya untuk ion klorin, namun juga harus dilakukan terhadap kandungan ion natrium. Sebab garam adalah senyawa yang terdiri dari pasangan unsur kimia Natrium dan klorium.

Masih digunakannya metode ini untuk menguji kemurnian garam menyebabkan timbulnya masalah perbedaan kadar NaCl dari masing-masing laboratorium. Pengujian kandungan NaCl menggunakan AAS (atomic adsorption Spectroscopy) menganalisa kandungan NaCl spesifik melalui cahaya yang kas senyawa ini. Pengujian garam menggunakan AAS juga menghasilkan data yang lebih baik dibanding pengujian menggunakan titrasi larutan perak nitrat.

Dari beberapa perbedaan di lapangan, perlu kiranya penggunaan perak nitrat sebagai reagent uji garam tak digunakan lagi. Penggunaan cara ini memang menghasilkan nilai NaCl yang tinggi.

Namun setelah dikomparasi dengan metode AAS, ICP, dan metode komprehensif lainnya, terdapat perbedaan hasil uji yang signifikan. Bahkan dalam beberapa kasus perbedaan kadar NaCl bisa mencapai 7%, dimana hasil uji titrasi AgNO3 lebih tinggi 7% dari hasil akhir uji metode yang lebih modern.

Dalam beberapa kasus, kandungan ion halida selain klor juga ditemukan dalam garam sampel, dalam jumlah yang bisa dikatakan signifikan. Namun reaksi ion perak terhadap ion klor dan bromium sama persis, yang menghasilkan endapan. Yang membedakan hanya warna endapan perak bromida yang agak kuning.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *