Aksi pamer KTP dilakukan Sandiaga Uno saat penutupan debat Cawapres yang baru saja berlalu. Dengan sindiran yang seperti biasa, Sandiaga mengatakan tak perlu merepotkan rakyat dengan banyak kartu, karena KTP sudah canggih dan mampu melayani semua sistem. Ini Sandiaga yang belum 7 bulan lengser dari kursi Wagub DKI Jakarta.

Saat measih sebagai wagub, Sandiaga tak menerapkan apa yang barusan dikatakan. Okelah jika memang harus merupakan kebijakan pemerintah pusat, kita bisa maklum.

1 hari sebelum debat ini berlangsung, Polri menyiarkan tertangkapnya seseorang yang bernama Ramyadjie Priambodo karena melakukan skimming ATM yang merugikan perbankan nasional. Dalam berbagai pemberitaan ditengarai tersangka merupakan kerabat dari Capres 02, Prabowo Subianto.

Artikel ini tak menitikberatkan kekerabatan tersangka dengan Prabowo, namun lebih kepada betapa rawannya security kartu, apalagi KTP!

Aksi Pembobolan ATM oleh Priambodo

Aksi pamer KTP yang dilakukan Sandiaga Uno mungkin bisa tak terjadi jika beliau tahu betapa rawannya kartu-kartu yang bisa digunakan untuk transaksi keuangan.

Skimming ATM adalah teknik pembacaan nomor kartu dan PIN ATM yang sedang berjalan selama beberapa tahun ini. Kebanyakan pelaku dari sindikat ini adalah orang asing dari Eropa Timur. Pelaku menggunakan penangkap sinyal (demodulator digital) yang mampu menerima sinyal digital saat seseorang sedang menggunakan kartu ATM. Dari record yang tersimpan, oleh pelaku dipindahkan melalui card writer ke kartu polos, tentunya telah mengandung informasi digital yang sama dengan kartu ATM asli.

Setelah berhasil, pelaku menguras isi tabungan korban melalui ATM-ATM yang ada.

Jika ATM saja beberapa kali bisa dibobol, bagaimana dengan KTP yang kata Sandiaga super canggih?! Bank dalam penerbitan kartu dan pelaksanaan transaksi ATM selalu menggunakan konsultan dan expert yang super canggih di dunia. Artinya security ATM 1000 kali lebih tinggi dibanding e-KTP! Nah, Sandiaga mencoba menerapkan e-KTP juga sebagai alat transaksi keuangan non tunai, sedangkan kartu ATM yang ada saja pun masih bisa dibobol.

Tak hanya kartu debit, kartu kredit saja pun sering jadi bulan-bulanan sindikat kejahatan. Lantas bagaimana Sandiaga Uno memfungsikan operasi keuangan pada kartu KTP elektronik?

Ok lah misalnya memang bisa dan beliau punya ahlinya. KTP sering digunakan untuk input data-data di berbagai tempat. Mulai dari loket karcis dan tiket transportasi, terkadang dipinjam oleh petugas dan aparat lain dalam hubungan untuk identifikasi. Jika ini terjadi, betapa mudahnya KTP-KTP elektronik dibobol habis oleh oknum yang tak bertanggungjawab!

Bisa dibayangkan, dengan jarak 10 meter saja suatu alat skimming bisa membaca sinyal dari mesin, apalagi jika KTP dipegang orang lain dalam rangka sesuatu urusan!

Berpikir canggih memang bagus, namun terlalu canggih mengkhayal pun akan merusak pikiran.