Penangkapan Ramyadjie Priambodo berbuntut panjang. Sejumlah fakta mulai terkuak. Penangkapan tersangka skimming ATM ini sebenarnya telah berlangsung pada tanggal 26 Februari 2019, namun baru viral kemaren tanggal 17 maret 2019.

Dari keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, ternyata tersangka yang merupakan keponakan Prabowo Subianto ini telah melakukan kejahatan pencurian uang ATM nyaris 2 tahun. Sejak tahun 2108 tersangka telah melakukan kejahatan ini puluhan hingga ratusan kali, dan barang bukti terakhir di sita Rp 300 juta.

Bocornya penangkapan Ramyadjie Priambodo berbuntut massifnya pemberitaan hubungannya dengan Partai Gerindra. Dalam 2 hari ini kalangan internal Gerindra ramai-ramai memberitakan dan klarifikasi mengenai hal ini.

Penulis kemaren sebenarnya mengangkat pemberitaan ini berkaitan dengan aksi pamer KTP elektronik yang dilakukan oleh Cawapres 02, Sandiaga Uno. Bahwa E-KTP yang dikatakan Sandiaga mampu difungsikan sebagai pengganti kartu-kartu Jokowi, karena E-KTP sudah canggih. Kartu-kartu yang dikeluarkan Jokowi adalah kartu yang bisa berfungsi untuk transaksi via mesin ATM.

Penulis hanya memaparkan bahwa jangankan E-KTP, bahkan kartu debit dan kartu kredit pun sering jadi bulan-bulanan para penjahat perbankan. Kartu debit dan kartu kredit adalh produk perbankan yang memiliki kecanggihan 1000x E-KTP, tapi masih sering dibobol. Apalagi jika E-KTP dijadikan sebagai ATM juga ?!

Mengapa Pemberitaan Kasus Skimming Priambodo Ini Baru Sekarang?

Kita agak heran dengan kasus ini, mengapa bisa tak terekspos sejak penangkapan tersangka? Banyak kasus serupa yang terjadi di beberapa tempat cepat diekspos oleh kepolisian.

Mudah-mudahan tak ada maksud tertentu terhadap silent nya penanganan kasus ini.

Dari beberapa pemberitaan, ternyata tersangka pernah menjadi bendahara ormas TIDAR, sayap dari Partai Gerindra. Penulis mencoba mengakses website tidar, namun ternyata website tersebut per hari ini error, diserang malware. 

Kejahatan skimming ATM atau kartu debit sebenarnya telah berlangsung belasan tahun. Kebanyakan pelakunya adalah orang-orang yang berasal dari Eropa Timur. Dan kasus yang melibatkan Ramyadjie Priambodo ini sangat langka, dan bisa berlangsung lebih dari 1 tahun.

Yang mengherankan, dalam penggeledahan penyidik menemukan mesin ATM di kamar tersangka yang berdomisili di Menteng tersebut. Domisili di kawasan elit tapi maling canggih dan ikut teriak keadilan. Payah!