Dari berbagai penelusuran, ditemukan bahwa Anak perusahaan Ramyadjie Priambodo bangkrut. Ramyadjie Priambodo merupakan direktur dari PT. Asiabumi Petroleo, yang memiliki anak usaha PT. Sumatera Persada Energi. Perusahaan ini sebelumnya memegang konsesi PSC dengan pemerintah RI untuk eksplorasi minyak di West Kampar, dengan masa konsesi 30 tahun.

Kontrak kerjasama antara pemerintah RI dan PT. SPE dilakukan pada tahun 2005, yang seharusnya baru berakhir pada tahun 2035. Namun di tengah jalan perusahaan ini dinyatakan pailit alias bangkrut oleh pengadilan.

Mengenai karir tersangka, penulis menelusuri melalui medsosnya, linkedin.com. Pada media tersebut, ramyadjie menuliskan statusnya saat ini sebagai direktur dari PT. Asiabumi Petroleo, yang membawahi anak perusahaan PT. Sumatera Energi Persada.

Ramyadjie Priambodo adalah tersangka kasus skimming ATM yang saat ini ditahan di Polda Metro Jaya. Kasus ini menjadi heboh baru sekarang, padahal penangkapannya sudah dilakukan 3 minggu yang lalu (26 Februari 2019). Tersangka diakui oleh pengurus Partai Gerindra sebagai salah satu kader dan sekaligus kerabat dari Prabowo Subianto, meskipun dikatakan sebagai kerabat jauh.

Menurut salah satu media pemberitaan besar nasional, anak perusahaan Ramyadjie Priambodo bangkrut dan memiliki hutang Rp 1,3 trilyun, Salah satu hutangnya kepada CIMB Niaga yang merupakan salah satu kreditur perusahaan tersebut.   

Ramyadjie yang sudah puluhan kali membobol ATM melalui skimming ini ternyata bukan orang biasa. Tersangka menyelesaikan pendidikan di negara Australia, merujuk dari isi yang ditulis pada akun linkedin tersangka.

Penulis sebelumnya hanya ingin membandingkan antara aksi E-KTP Cawapres 02 yang katanya bisa digunakan sebagai pengganti berbagai kartu Jokowi, dengan aksi skimming ATM yang dilakukan oleh Ramyadjie. Ternyata kartu debit yang memiliki security luar biasa saja pun masih sering dibobol, apalagi KTP elektronik.

Sangat sulit memang menerapkan E-KTP sebagai pengganti segala identitas, SIM, Surat Nikah, kartu ini kartu itu. Karena kenyataanya Kartu Kredit saja sering dibobol di mana-mana. Yang mengherankan pada kasus ini adalah ditemukannya mesin ATM di kamar tersangka.