Cara mengetahui kesadahan air yang paling mudah adalah melihat peralatan di sekitar kamar mandi dan perabotan rumah Anda. Kesadahan menyebabkan keran-keran air berkerak, demikian juga dengan bak mandi.

Kesadahan air bisa juga dilihat dari bercak di toilet, lantai kamar mandi, dan perabotan rumah tangga yang sering dicuci.

Air sadah menyebabkan toilet dan bak mandi dilapisi oleh karat, termasuk dinding keramik dan lantai keramik. Jika dipakai untuk mandi, air sadah sulit untuk mengeluarkan busa sabun. Badan terasa licin saat dibilas oleh air sadah, dan lengket setelah selesai dilap menggunakan handuk.

Air sadah sulit digunakan untuk membersihkan pakaian. Bahkan penggunaan air sadah menyebabkan pakaian putih menjadi berwarna kekuningan.

Untuk mengetahui kesadahan air, 2 cara di bawah ini bisa digunakan.

1. Mengukur kesadahan menggunakan alat TDS meter.

Air sadah memiliki kelarutan mineral yang tinggi. Rata-rata air mulai dikategorikan sadah jika memiliki TDS di atas 150 ppm.

TDS meter adalah alat yang bekerja berdasarkan konduktifitas dari air. Air sadah adalah air yang memiliki kandungan mineral terlarut sangat tinggi. Mineral terlarut dalam air umumnya merupakan senyawa ikatan ion yang terurai di dalam air dalam bentuk ion positif dan negatif. Karena adanya ion ini, maka air bersifat elektrolit. Makin banyak mineral dalam air, makin kuat sifat elektrolit dari air tersebut.

TDS meter tersedia banyak di pasaran, dengan harga yang relatif murah. Untuk mengukur kesadahan, pertama Anda nyalakan alat TDS meter yang Anda miliki. Lihat satuan dalam layar TDS. Jika sudah tertulis ppm, alat sudah siap digunakan.

Namun jika tertulis satuan suhu atau satuan lainnya, ubah menjadi ppm. Celupkan ujung dari alat, yang merupakan probe (sensor). Lihat display dari meter TDS. Angak yang keluar merupakan jumlah mineral yang terlarut dalam air yang sedang di ukur.

2. Mengukur kesadahan air menggunakan analisa kualitatif yang melibatkan bahan kimia sederhana.

Untuk menguji kejenuhan resin kation saat digunakan untuk melunakkan kesadahan air, Anda tak bisa menggunakan TDS meter. Resin kation yang digunakan untuk melunakkkan air sadah tidak menurunkan nilai TDS dari air.

Oleh karena itu cara mengukur kejenuhan resin adalah dengan membandingkan kesadahan air baku yang akan melewati resin dan air yang telah melewati resin kation.

Kejenuhan resin ditentukan melalui perbandingan jumlah kotoran antara air yang masuk dengan air yang keluar resin. Untuk mengetahui banyaknya partikel logam yang menyebabkan kesadahan air, kita menggunakan soda api sebagai indikator keberadaan ion besi dan ion magnesium, dan soda abu (Na2CO3) sebagai indikator keberadaan ion kalsium dalam air.

Soda api dan soba abu yang akan digunakan terlebih dahulu dilarutkan dalam air. Larutan soda api dan larutan soda ash selanjutnya diteteskan pada air yang akan diuji.

Terbentuknya endapan merah atau kuning atau putih pada air yang di tetesi merupakan indikasi adanya kesadahan air. Jika jumlah endapan pada 2 contoh air yang di uji diperkirakan sama, dapat dikatakan bahwa resin kation yang digunakan telah mengalami kejenuhan, dan harus di regenerasi.