Cara membuat air raja adalah dengan mencampurkan larutan asam nitrat pekat 68% dan larutan asam klorida pekat 32%. Perbandingan volume antara larutan asam nitrat (HNO3) dan larutan asam klorida (HCl) biasanya 1 : 3, dan perbandingan terbaik 1 : 4, dimana 1 bagian volume HNO3 dicampur dengan 4 bagian volume HCl.

Air raja / aqua regia merupakan larutan yang dibuat untuk langsung digunakan dalam waktu yang berdekatan dengan pembuatannya. Oleh karena itu air raja tak ada dijual di pasaran. Salah satu penyebab tak didagangkannya air raja karena larutan ini menghasilkan gas klorin dan nitrosil klorida yang menyebabkan naiknya tekanan pada wadah penyimpanan.

Reaksi yang terjadi setelah pencampuran HNO3 dan HCl menghasilkan beberapa output, antara lain gas NOCl (nitrosil klorida) dan Cl2 (gas klorin),

HNO3 (l) + 3 HCl (l) →  NOCl (g) + Cl2 (g) + 2 H2O (aq)

Keterangan simbol :

(l) = liquid, dalam Bahasa Indonesia larutan

(g) = gas

(aq) = aqua, dalam bahasa Indonesia “air”

Dari reaksi kimia di atas, setelah pencampuran terjadi reaksi kimia redoks yang menghasilkan gas NOCl, Cl2, dan H2O.

Baca juga : Cara Menggunakan Asam Nitrat (HNO3).

Beberapa saat setelah pencampuran terjadi perubahan warna dari air raja, dari kuning lambat laun berubah menuju merah “fanta”. Dalam proses ini akan keluar gelembung-gelembung gas kecil yang baunya menyengat seperti kaporit.

Gelembung gas yang keluar dari wadah air raja sangat berbahaya bagi kesehatan. Dalam jumlah yang banyak dapat merusak pernafasan dan bisa menyebabkan kematian.

Untuk pemakaian secara umum, air raja bisa diencerkan menggunakan air tawar atau menggunakan air destilasi (aquadest).

Penggunaan Air Raja

Cara membuat air raja yang benar erat kaitannya dengan penggunaan larutan ini. Air raja dapat juga dikatakan sebagai generator gas klorin, karena tujuan dari pembuatan air raja adalah menghasilkan gas klorin.

Gas klorin (Cl2) bisa melarutkan berbagai logam, termasuk sebagian logam mulia. Logam-logam mulia yang larut dalam air raja antara lain ; merkuri (Hg), emas (Au), palladium (Pd), platina (Pt).

Disamping logam mulia, air raja sangat mudah melarutkan berbagai jenis logam dasar, misalnya tembaga (Cu, seng (Zn) aluminium (Al), besi (Fe), dan sebagainya.

Karena mampu melarutkan logam-logam dasar dan logam-logam mulia, air raja banyak digunakan dalam proses-proses laboratorium pengujian mineral.

Air raja digunakan untuk proses pemurnian emas, proses pemurnian platina dan  palladium, dan ekstraksi merkuri dari cinnabar.