Asam nitrat adalah larutan yang cukup berbahaya dan mudah mengiritasi kulit.

Cara menggunakan asam nitrat sangat penting diketahui, mengingat bahaya dari larutan ini. Larutan asam nitrat sangat berbahaya bagi kulit, mata, dan pernafasan.

Larutan asam nitrat (HNO3) yang tersedia di pasaran memiliki konsentrasi HNO3 68% dari total beratnya. Larutan HNO3 dijual dalam kemasan jeriken ukuran 35 kg, dengan segel dan pengaman yang lengkap.

Ketahanan terhadap guncangan dan bantingan pada jeriken sudah diperhitungkan oleh pabrik pembuatnya.

Cara Menggunakan Asam Nitrat

Peralatan Pengaman Saat Penggunaan Asam Nitrat

Persoalan muncul saat larutan asam nitrat akan digunakan atau dipakai. Untuk membuka segel dan penutup jeriken merupakan langkah awal dari cara menggunakan asam nitrat.

Anda diharuskan menggunakan pengaman tubuh untuk membuka jeriken, antara lain :

  • Kacamata pelindung,
  • Sarung tangan karet,
  • Masker pernafasan.
  • Baju pelindung tubuh dan sepatu untuk kaki.

Masker pernafasan yang terbaik memiliki filter karbon aktif atau zeolit di dalamnya.

Penggunaan masker pernafasan yang terbaik pun tak menjamin semua uap dari larutan asam nitrat bisa disaring oleh masker. Namun paling tidak penggunaan masker udara yang tepat bisa mengurangi resiko terpapar uap HNO3 dalam jumlah berlebih.

Pembukaan penutup jeriken harus dilakukan di ruang terbuka, dimana jeriken sebaiknya ditiup kipas angin agar asap yang keluar menjadi menjauhi Anda.

Setelah selesai pembukaan segel, selanjutnya larutan asam nitrat siap untuk dipindahkan dari jerikennya menggunakan sedotan atau pompa kimia. Untuk pemakaian, sebaiknya larutan asam nitrat dipindahkan dahulu ke jeriken yang lebih kecil, katakanlah jeriken ukuran 5 liter.

Pengisian ke jeriken ukuran 5 liter tak boleh hingga penuh, namun harus Anda sisakan ruangan kosong sekitar 2 liter di dalam jeriken. Artinya Anda hanya boleh mengisi larutan HNO3 sebanyak 3 liter saja ke dalam jeriken ukuran 5 liter.

Dari jeriken aslinya, larutan asam nitrat terisi penuh hingga mulut penutup bagian atas.

Jadi untuk mengambil cairan ini tak bisa dilakukan melalui penuangan, karena sangat berpotensi bahaya jika tertumpah dan memercik ke bagian-bagian tubuh.

Untuk memindahkan, Anda harus menyiapkan pompa plastik manual, atau untuk skala industri menggunakan pompa kimia. Tak semua jenis plastik tahan terhadap asam nitrat. Oleh karena itu pilihlah pompa plastik berbahan HDPE yang sama dengan bahan jeriken dari larutan asam nitrat.

Anda bisa memompa cairan dari jeriken awal ke jeriken penampung di kamar asam, atau dilakukan di ruangan terbuka dibantu oleh kipas angin untuk mengusir asap dari asam nitrat.

Penggunaan larutan asam nitrat selanjutnya harus menggunakan perlengkapan pengaman yang sama seperti saat pengambilan dari jeriken. Kebanyakan reaksi asam nitrat mengeluarkan asap berwarna coklat yang merupakan gas NO2 (nitrogen dioksida). Hindarkan asap coklat ini terhadap tubuh Anda, karena bisa mengiritasi bagian-bagian yang terkena olehnya. Gunakan exhaust fan di dalam ruangan saat menggunakan larutan ini.

Hindarkan Kontaminasi HCl terhadap larutan Asam Nitrat

Salah satu dari “cara menggunakan asam nitrat” adalah menghindarkan kontaminasi larutan HCl pada jerikennya. Larutan asam nitrat di dalam jeriken jangan terkontaminasi oleh larutan asam klorida (HCl).

Kontaminasi sedikit saja dengan HCl bisa menyebabkan terjadinya perubahan senyawa, dimana sebagian berubah menjadi larutan air raja (aqua regia).

Oleh kerena itu, jika Anda menggunakan HCl dalam proses yang berbarengan dengan asam nitrat, peralatan yang digunakan untuk mengambil, menyedot, pompa, dan penganduk asam nitrat, tak boleh digunakan juga untuk HCl.

Penggunaan larutan Kapur (Ca(OH)2) sebagai penawar Asam Nitrat.

Usahakan dalam setiap pemakaian larutan HNO3 Anda menggunakan penawar cairan (lumpur cair) kapur. Kapur cair berfungsi untuk menetralkan bahaya dari cairan asam nitrat yang memercik ke bagian tubuh.

Tak hanya kapur, Anda juga harus selalu menyediakan air tawar yang harus berdekatan dengan tempat Anda melakukan praktek.