Khilafah Ancaman Nyata Indonesia

Khilafah ancaman nyata Indonesia saat ini. Ini bukan lagi isu, namun sudah fakta. Sejak kejatuhan ISIS mulai tahun 2016, kelompok-kelompok pendukung khilafah mulai membidik Asia Tenggara sebagai koloni barunya. Namun upaya pendudukan ISIS di Filipina bisa diberantas oleh pemerintah negara setempat.

Sebenarnya negeri inilah target utama keompok ini, Indonesia. Karena makin melemahnya kekuatan militer ISIS di timur tengah, menyebabkan strategi kekerasan kelompok diubah dengan strategi demokratis, persis seperti yang terjadi di awal Arab Spring. Arab spring dimulai dari Mesir, dimana saat pilpres di sana, kelompok oposisi yang dimotori oleh Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu.

Tampilnya IM di tampuk kekuasaan di Mesir mengilhami gerakan serupa di Libya, Syria, dan sejumlah negara arab di Afrika. Karena mendapat penolakan, yang terjadi adalah pertempuran militer di beberapa negara arab hingga saat ini.

Khilafah ancaman nyata Indonesia

Ternyata Ikhwanul Muslimim Mesir saat berkuasa bertindak korup, nepotisme, dan sektarian. Akhirnya kekuasaan kelompok ini digulingkan oleh militer Mesir. Namun cara merebut kekuasaan model IM ini sudah ditiru oleh kelompok-kelompok pendukung khilafah di Indonesia. Dan momen pilpres inilah klimaks dari upaya mereka.

Salah satu dari strategi kelompok khilafah adalah merebut kemenangan dengan cara “Fitnah”. Kelompok ini memiliki “generator” untuk menciptakan model-model fitnah baru yang bertujuan memperkuat posisi mereka. Dan kita saat ini makin merasakan serangan-serangan fitnah ini.

Kelompok khilafah telah menyebar di semua lini kekuasaan, dan terbesar berada di Aparatur Sipil Negara dan BUMN-BUMN kita. Khilafah ancaman nyata Indonesia

ISIS dan khilafah memerlukan koloni baru untuk mengawali pergerakan baru mereka. Apalagi sejak kejatuhan semua wilayah kekuasaan ISIS di Syria, kelompok ini pun bergerak semakin intensif di negeri ini.

Kelengahan bangsa ini terhadap khilafah akan sangat berbahaya bagi kelangsungan negara Indonesia. Kita tak sama dengan Arab dan timur-tengah. Mayoritas pemeluk Islam di Indonesia tidak terdistribusi secara merata di seluruh daerah. Artinya, jika sampai meletus kemenangan khilafah, akan diikuti oleh disintegrasi di wilayah-wilayah minoritas Islam di negeri ini. Tak lama kemudian akan timbul peperangan dahsyat di seluruh wilayah.

Memang nantinya kelompok ini akan kalah, namun tentu setelah menumpahkan darah jutaan orang, yang pada akhirnya tak akan mengembalikan NKRI seperti semula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *