Hoaks Server KPU Disetting Bukan Isu Baru

Hoaks server KPU disetting bukan isu baru. Server KPU Disetting bukan isu baru. Inilah tuduhan bodoh yang tak memiliki dasar sama sekali. Ini menyabung lemparan bola liar yang belum lama dilakukan oleh Amien Rais.

Server adalah perangkat keras (hardware), berupa komputer. Website menjadikan server sebagai alat cangkang dalam menjalankan operasinya.

Sedangkan data dan program adalah perangkat lunak (software) yang disimpan dalam hardware. Pertanyaannya, apakah server bisa di setting memenangkan capres tertentu dalam pemilu tanggal 17 April nanti?

Yang bisa di setting itu software, bukan server. Dan itu pun tak mungkin, karena KPU menggunakan metode yang sama dengan metode tahun 2014.

Mari kita lihat bagaimana cara kerja KPU pada Pilpres tahun 2014. Pada pilpres tahun 2014, website KPU menampilkan data-data yang bisa di akses siapa pun secara langsung. Data yang ditampilkan mulai dari rekap C1 dari masing-masing TPS di seluruh Indonesia.

Penyusunan data dilakukan berjenjang mulai dari TPS, data rekapitulasi kelurahan, kecamatan, hingga propinsi.

Hoaks server KPU disetting sudah berlangsung sejak tahun 2014

6 jam setelah pilpres tahun 2014, saya mencoba mengecek data hasil pilpres di TPS saya saat itu melalui website KPU. Hasilnya sama persis. Penasaran, esoknya saya langsung ke kelurahan, dan hasil rekap C1 di TPS sama dengan rekap di kelurahan, yang juga sesuai dengan data di website KPU.

3 hari kemudian saya cek data rekapitulasi Kecamatan yang dibandingkan dengan data online di KPU. Hasilnya lagi-lagi sama persis.

Namun data-data akurat ini tak sama dengan informasi yang dikeluarkan timses Prabowo dari PKS Piyungan, yang mengatakan Prabowo memenangkan pilpres di kota tempat saya berada.

Namun rilis informasi dari timses Prabowo tersebut berubah-ubah dari waktu ke waktu, sangat tak konsisten.

Alhasil saya menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan timses Prabowo di kota tempat saya memilih lah yang settingan saat itu.

Karena sistem perhitungan pada pemilu tahun ini sama dengan tahun 2014, maka potensi kecurangan dipastikan 0%, alias tak mungkin. Anda bisa melakukan cross check data di KPU dengan data di TPS saat berlangsungnya perhitungan suara.

Anda pun bisa mengecek ke kelurahan, dimana data rekapitulasi ditampilkan di papan pengumunan. Demikian juga dengan data di papan pengumuman di kecamatan.

Kesimpulan saya, hoaks tentang server ini sengaja dibangun sebagai fondasi untuk alat jika pilihan salah satu kelompok ternyata kalah. Sungguh jahat, demi kekuasaan rela membuat keonaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *