KOPI Menduga Ada Aliran Dana Asing ke Sandiaga

KOPI Menduga Ada Aliran Dana Asing ke Sandiaga Uno dalam pilpres tahun ini. Hal ini disampaikan oleh KOPI dalam diskusi publik yang bertajuk ‘Mendeteksi Dana Kampanye 2019’. Diskusi ini digelar di Upnormal, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019) sore.

Dilansir dari berbagai media utama, Komunitas Pemerhati Indonesia (Kopi) menemukan dugaan sumbangan dana kampanye dari asing kepada Cawapres Sandiaga Uno.

“Kami mendapati penelusuran dari Juli 2018-Maret 2019 menemukan adanya dana sumbangan dari perusahaan asing mengucur pada pasangan 02,” kata Dwie, tim investigasi Kopi dalam diskusi Mendeteksi Dana Kampanye Pemilu 2019 di Upnormal Coffee, Jakarta, Senin, 8 April 2019.

Ridwan, salah satu tim investigasi Kopi, mengungkapkan aliran dana asing diduga kuat masuk ke enam rekening pribadi Sandiaga Uno di Bank Permata.

Sumber dana berasal dari tiga perusahaan asing menjelang Pilpres 2019.

Perusahaan tersebut antara lain “Uno Capital Holding INC”, “Ace Power Investment Limited”, dan “Reksadana Schrodee USD Bound Fund”. Total dugaan aliran dana asing yang masuk ke rekening Sandiaga diperkirakan Rp 276 miliar. Aliran dana asing masuk ke rekening pribadi Sandiaga dan diduga mengalir ke sejumlah rekening yang diduga sebagai dana kampanye,” ujar Ridwan.

Ridwan merinci dari data yang didapat Kopi, aliran dana asing yang pertama bersumber dari Uno Capital Holdings INC pada 28 Agustus 2018 sebanyak satu kali transaksi, senilai Rp 51,9 miliar. Keterangan pada transaksi tersebut adalah external investment ittI80804*** dari Bank LGT Bank Singapore LTD. Perusahaan Uno Capital Holdings diduga dimiliki Sandiaga, Asia Abdul Aziz, dan Attica Finance Ltd.

Selanjutnya, dari Ace Power Investment Limited pada 20 Juli 2018 sejumlah Rp 1,2 miliar. Kemudian dari reksadana Schroder USD Bond Found pada 31 Oktober dan 15 November 2018 dua kali sejumlah Rp 223 miliar. PT Schroder Investment Management Indonesia, kata Ridwan, merupakan perusahaan manajer investasi yang 99 persen sahamnya dimiliki grup Schroders dari Inggris.

Ridwan menilai temuan Kopi bisa jadi benar sesuai yang pernah disampaikan Sandiaga, dana kampanye dari pribadinya habis Rp 1,4 triliun. Padahal, dalam laporan penerimaan sumbangan dana kampanye, dana yang dihabiskan pasangan nomor 02 sampai Maret 2019 sebesar Rp 149,6 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *