Survey Internal BPN Membingungkan

Survey internal BPN membingungkan. Betapa tidak, hasil survey dari masing-masing orang yang diwawancarai selalu berbeda satu sama lainnya. Menurut Sandiaga sekian, berbeda lagi menurut anggota BPN lainnya. Padahal waktunya nyaris bersamaan.

Dikutip dari kompas online, saat Sandiaga diwawancarai pada tanggal 20 Maret 2019, dia berkata survey Kompas hampir sama dengan survey internal BPN. Beberapa saat sebelum diwawancarai Kompas merilis survey dengan elektabilitas Jokowi 49,2%, dan Prabowo 37,4%. Ada selisih 11,8%. Ini petikan jawaban Sandiaga Uno dari kompas online:

Hasil survei Litbang Kompas dekat dengan survei internal kami (BPN), angka selisihnya juga sekitar segitu. Jadi saya merasa ada momentum dan peluang jika para relawan dalam 27 hari ke depan fokus bicara tentang solusi masalah ekonomi rakyat,” ujar Sandiaga dalam kunjunganya di Perkampungan Industri Kecil (PIK), Cakung, Jakarta Timur, Kamis (20/3/2019).

Namun saat diwawancarai oleh detik online pada tanggal 7 Februari 2019, sebulan sebelum wawancara dengan kompas pernyataan Sandiaga justru memperlihatkan jarak antara Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Amin hanya tinggal 5 – 7% saja. Berikut petikan dari berita di detik online tanggal 8 Februari 2019 :

“Ini terbukti strategi kita diterima masyarakat. Selisihnya di bawah 10 persen. Kita sudah di angka 40 itu selisihnya antara 7-9 persen,” ujar Sandiaga.

Jika kedua konten di 2 media online ini dibenarkan, maka seharusnya elektabilitas pasangan 02 malah turun dari Februari ke bulan Maret. Padahal katanya naik!

Pada tanggal 11 maret 2019 Jubir BPN Suhud Alynudin mengatakan,”Bahkan di survei internal kami, pasangan Prabowo-Sandi sudah unggul tipis. Kemungkinan akan semakin besar selisihnya saat pencoblosan,” lanjut Suhud. Namun Suhud tak menyebut angka survei internal pihaknya.

Agar tak membingungkan, kitab bisa mengurutkan 3 pernyataan di atas sebagai berikut :

Survey Internal BPN Membingungkan

Tanggal dan Bulan

Jokowi-Amien

Prabowo-Sandi

Narasumber

7 Februari 2019

Menang, selisih 5-7%

Kalah tipis 5-7%

Sandiaga Uno

11 Maret 2019

Kalah tipis

Menang tipis

Suhud Alynudin

20 Maret 2019

Sekitar 49,2%

Sekitar 37,4%

Sandiaga Uno

8 April 2019

38%

62%

Sugiono

Betapa pusingnya kita membaca tabel di atas. Kata Sandiaga tiap hari elektabilitas mereka naik terus. Pada tanggal 7 Februari dia mengatakan selisih tinggal 5-7%, namun tanggal 20 maret selisihnya menjauh menjadi 11%. Katanya naik, namun dia juga memaparkan angka yang menurun. Naik tapi turun.

Tiba-tiba 18 hari kemudian (tanggal 8/4/2019) BPN merilis survey elektabilitas Prabowo-Sandi 62% dan Jokowi-Amin 32%. Swing voters 0%! Waw!

Bisakah ini dipercaya??? Cak Lontong sekali pun pasti sulit untuk memecahkan ruwetnya hasil survey BPN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *