Secara umum, kandungan emas pada mineral arsenopyrite berbanding lurus terhadap kandungan arsenik dalam ores (batuan).

Kandungan Emas Dalam Arsenopyrite jauh lebih besar dibanding kandungan emas dalam mineral-mineral sulfida lainnya. Arsenopyrite adalah jenis mineral yang merupakan paduan dari arsenik (As), besi (Fe), dan belerang, membentuk senyawa kimia FeAsS2.

Dalam mineral arsenopyrite, ukuran besar penampang bijih emas bervariasi. Ukuran terbesar bahkan bisa terlihat atau bisa dipegang oleh tangan. Ukuran terkecil bersifat invisible atau berukuran dibawah 1 nm (1 nano-meter).

Perbandingan kandungan Arsenik dan Naiknya Kandungan Emas pada Arsenopyrite

Secara garis besar, kandungan emas pada arsenopyrite hampir berbanding lurus terhadap kandungan arsenik dalam ores (batuan). Beberapa contoh hasil XRF dibawah bisa menjelaskan secara empiris perbandingan tersebut.

Gambar 1.

Gambar 2.

2 gambar di atas menampilkan hasil dari suatu batuan contoh yang diuji menggunakan tembakan XRF dari Olympus DELTA Mining and Geochemistry Handheld XRF Analyzer.

Pada gambar 1, terlihat bahwa kandungan arsenik dalam sampel sebesar 1,52%, dimana kandungan emasnya bisa Anda lihat pada gambar 2, yaitu sebesar 374 ppm (374 gram per ton).

Kandungan logam emas dalam mineral arsenopyrite bervariasi mulai dari 25 ppm hingga 1,6 % dari total berat batuan.

Pengolahan emas dari arsenopyrite

Secara umum, kemampuan ekstraksi emas dari mineral arsenopyrite sangatlah rendah jika dilakukan dengan cara-cara biasa. Dari batuannya, emas bisa diekstrak menggunakan merkuri, namun tingkat recovery nya sangat rendah (dibawah 3% dari kandungan emas riel).

Sedangkan ekstraksi menggunakan proses sianidasi hanya mampu mengekstrak emas (dari arsenopyrite) kurang dari 7%.

Sulitnya ekstraksi emas dari arsenopyrite lebih disebabkan sebagian besar dari bijih emas memiliki ukuran yang sangat kecil ; mulai dari nano-meter (10-9 m) hingga pikometer (10-12 m). Dalam ukuran tersebut, liberalisasi sudah tak memungkinkan dilakukan menggunakan proses mekanis. 

Liberaslisasi partikel emas dalam arsenopyrite bisa dilakukan menggunakan proses kimia dan proses fisika.

Proses kimia melibatkan penggunaan bahan-bahan kimia. Misalnya proses pressure oxidation yang melibatkan gas oksigen dan kenaikan tekanan dalam ruang bertekanan tinggi.

Proses kimia bisa juga menggunakan larutan asam nitrat untuk melarutkan mineral penutup, sehingga partikel emas menjadi liberal.

Proses fisika dilakukan menggunakan panas, yang menyebabkan terjadi reaksi kimia antara sulfur dengan oksigen, menjadi gas SO2.