Masuknya Virus Corona ke Indonesia Tinggal Menunggu Waktu. Meskipun hingga saat ini belum ada suspek penderita virus corona COVID-19 di dalam negeri, namun penyebaran virus yang makin meluas hingga mencapai 33% dari total negara di dunia, maka dipastikan negara kita tak lama lagi akan kemasukan virus ini.

Pelarangan lalu-lintas orang dari Cina daratan ke dan transit melalui Indonesia hanya mampu memperlambat propagasi masuknya virus ke dalam negeri.

Dalam 1 minggu terakhir, perkembangan virus corona makin tak terbendung. Muncul negara-negara baru sebagai pusat penyebaran virus, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. Lebih dari 10 negara baru yang terpapar virus corona berasal dari orang-orang yang sebelumnya berkunjung ke Italia dan Iran.

Pemerintah akan sangat sulit membuat batasan-batasan baru seperti yang dilakukan sebelumnya terhadap negara Cina.

Pembatasan pergerakan orang dan barang yang dilakukan terhadap Cina saja sejauh ini telah memukul berbagai sektor industri di dalam negeri. Efek yang langsung terasa adalah penurunan pendapatan dari sektor pariwisata.

Hingga artikel ini dimuat, penyebaran virus corona sendiri telah mencapai 61 negara, atau 1/3 dari total jumlah negara di dunia. Ditinjau dari kekuatan ekonomi negara yang terserang, virus corona telah menyerang semua negara G-7. Virus corona juga telah masuk ke 17 dari 20 negara G-20. Artinya sisa 2/3 negara yang belum terserang wabah ini sebagian besar adalah negara-negara kecil dan negara-negara dengan kekuatan ekonomi yang rendah.

Oleh karena itu, masuknya Virus Corona ke Indonesia tinggal menunggu waktu. Saat ini yang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah adalah perencanaan darurat untuk mengantisipasi jika virus ini telah memasuki Indonesia. Bagaimana cara menangani penderita, mencegah penyebaran yang lebih luas lagi, hingga antisipasi dari dampak ekonomi yang ditimbulkan virus ini.