Korban Virus Corona Tembus 100.000 Orang. Hari ini pada pukul 18.57 GMT, penderita virus corona sudah mencapai 101.765 orang di seluruh dunia.(1)

Angka korban tewas mencapai 3.461 orang, dan yang sembuh 56.108 orang.

Hanya dalam waktu 3 hari, terjadi penambahan negara yang tertular sebanyak 19 negara, peningkatan jumlah korban sebanyak 11.000 orang.(2)

Di Indonesia, jumlah penderita virus corona naik 2 orang, menjadi saat ini 4 orang.

Negara dengan tingkat kematian terakhir tertinggi (hari ini) diduduki Italia (49 orang), disusul China di peringkat ke-2 (30 orang), dan Iran di posisi ke-3 (16 orang).

Kematian korban virus corona di Amerika Serikat dan negara-negara eropa saat ini terus berlangsung, sementara di China tingkat kematian korban mengalami penurunan.

Jumlah negara yang tertular virus ini hampir mencapai 100 negara, dimana angkat tepatnya mencapai 96 negara.

Negara-negara yang baru mengumumkan penularan virus corona pertama antara lain Togo, Peru, Slovakia, Kamerun, Serbia, Vatikan, Bhutan, Costa Rica, Palestina, Afrika Selatan, dan Bosnia,

Jumlah penularan harian  tertinggi terjadi di Iran, disusul Italia, dan Korea Selatan.

Karena telah menular ke hampir 100 negara (termasuk semua negara besar), maka luasan sebaran virus corona sudah mencapai 90% dari seluruh dunia. Negara Jerman sudah menganggap serangan virus ini sebagai pandemi, karena telah menyerang seluruh benua dan lebih dari 75 % negara di dunia.

Berikut petikan dari media brifing Dirjen WHO pada tanggal 5 Maret :

“Kami khawatir bahwa beberapa negara tidak menganggap ini cukup serius, atau telah memutuskan tidak ada yang dapat mereka lakukan”.

“Kami prihatin bahwa di beberapa negara tingkat komitmen politik dan tindakan yang menunjukkan bahwa komitmen tidak sesuai dengan tingkat ancaman yang kita semua hadapi”.

Ini bukan latihan.

Ini bukan waktunya untuk menyerah.

Ini bukan waktunya untuk alasan.

Ini adalah waktu untuk menarik semua berhenti.

“Negara-negara telah merencanakan skenario seperti ini selama beberapa dekade. Sekarang lah waktunya untuk bertindak berdasarkan rencana itu”.