Air raja tidak dijual di pasaran, karena larutan ini tak bisa dikemas. Jika ingin menggunakan aqua regia, Anda harus membuatnya terlebih dahulu.

Aqua Regia adalah campuran 2 jenis asam, yaitu asam nitrat (HNO3) dan asam klorida (HCl). Dalam bahasa Indonesia, aqua regia diberi nama “Air Raja”.

Untuk membuat air raja, kita harus mencampurkan 2 jenis larutan asam, asam nitrat dan asam klorida. Agar mendapatkan hasil yang akurat, kita harus menggunakan larutan asam yang pekat. Asam nitrat pekat yang tersedia di pasaran berkonsentrasi 68%, sedangkan asam klorida (HCl) berkonsentrasi 32%.

Formula yang tepat dalam pembuatan aqua regia adalah 1 bagian volume larutan asam nitrat dicampur dengan 3 bagian volume larutan asam klorida. Secara awam, jika Anda menggunakan 100 ml larutan asam nitrat (HNO3), maka larutan HCl yang digunakan sebanyak 300 ml.

Namun konsentrasi larutan HCl cepat menurun seiring berjalannya waktu. HCl yang baru dibuat oleh pabrik memiliki konsentrasi antara 32% – 36%. Karena larutan ini mudah menguap dan bersifat “deliquescence”, maka tak lama kemudian konsentrasinya turun dari 32%. Oleh karena itu, untuk mendapatkan larutan aqua regia yang optimal, sebaiknya Anda menggunakan formula 1 : 4 untuk HNO3 dan HCl. Artinya, 1 bagian volume HNO3 dicampur dengan 1 bagian volume HCl.

Sesaat setelah pencampuran, lakukan pengadukan larutan merata menggunakan pengaduk dari bahan kaca atau plastik. Jangan menggunakan pengaduk dari logam, karena pengaduk logam akan larut dalam aqua regia.

15 menit setelah pengadukan, akan muncul gelembung-gelembung udara dari dalam wadah larutan aqua regia. Ini artinya larutan aqua regia mulai terbentuk, dan warna larutan berubah secara berangsur-angsur dari kuning terang menjadi merah terang (mirip air minuman merek FANTA).

Air raja tidak dijual di pasaran, karena larutan ini tak bisa dikemas. Jadi jika ingin menggunakan aqua regia, Anda harus membuat terlebih dahulu larutan ini.

Larutan aqua regia memiliki bau yang khas dan sangat menyengat.

Oleh karena itu, larutan ini harus dibuat dan digunakan pada saat yang berdekatan. Misalnya, larutan aqua regia dibuat 20 menit sebelum digunakan.

Namun aqua regia juga bisa diencerkan menggunakan air tawar. Akan tetapi pengenceran akan mengurangi kekuatan oksidasi larutan ini. Untuk pelarutan logam emas dan logam golongan platina, aqua regia yang telah bercampur dengan air menjadi tak efektif.

Pencampuran larutan HNO3 dan HCl menyebabkan terjadinya reaksi kimia dibawah ini :

HNO3(l) + 3 HCl (l) ===> NOCl (g)  +  Cl2 (g)  + H2O (aq)

Dari reaksi kimia di atas, terlihat bahwa pencampuran larutan HNO3 dan HCl menghasilkan gas NOCl (nitrosil klorida), gas Cl2 (klorin), dan air (H2O). Artinya, pencampuran larutan HNO3 dan HCl akan menghilangkan identitas 2 larutan kimia awal, yaitu HNO3 dan HCl.

Dari reaksi kimia di atas, jika Anda melakukan praktek, gelembung-gelembung gas yang muncul sebenarnya adalah gas Cl2 dan gas NOCl. 2 jenis gas ini bersifat sangat korosif dan beracun.

Cara Pembuatan Larutan Air Raja

Untuk membuat larutan air raja, Anda harus memperhatikan sejumlah hal yang berhubungan dengan keselamatan. 2 zat kimia ini (HNO3 dan HCl) adalah zat kimia yang berbahaya, dimana HNO3 jauh lebih berbahaya dibandingkan HCl.

Pedoman pemakaian HNO3 bisa Anda baca disini.

Proses pembuatan larutan air raja dilakukan menggunakan langkah-langkah di bawah ini :

  1. Tentukan seberapa banyak kebutuhan air raja yang akan digunakan segera. Misalnya, Anda ingin menggunakan sekitar 400 ml air raja.
  2. Masukkan larutan HNO3 pekat ke dalam wadah kaca pyrex (misalnya gelas beaker atau beaker glass). Jika ingin membuat 400 ml air raja, maka volume larutan HNO3 yang akan digunakan sebesar 100 ml.
  3. Masukkan larutan HCl pekat ke dalam beaker glass. Jika ingin membuat air raja 400 ml, gunakan 300 ml larutan HCl.
  4. Masukkan kedua larutan dalam gelas baru yang masih kosong (gunakan wadah gelas yang terbuat dari kaca pyrex atau plastik.
  5. Aduk campuran larutan 30 detik. Campuran larutan ini memiliki perbandingan 1 : 3 untuk HNO3 dan HCl.
  6. Tutup bagian atas campuran, agar tak mengeluarkan uap yang berbau dan berbahaya. Tempatkan larutan air raja di lokasi yang aman dan terkena angin, atau gunakan kamar asam.
  7. Biarkan reaksi pembentukan air raja sekitar 10 menit
  8. Setelah terjadi perubahan warna air dari kuning menuju merah, maka larutan air raja telah bisa digunakan.
  9. Jika warna larutan masih berwarna kuning, ada kemungkinan larutan HCl yang digunakan memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari 32%. Untuk ini, Anda bisa menambahkan kembali larutan HCl sebanyak volume larutan asam nitrat yang digunakan. Dalam hal 100 ml larutan HNO3, Anda bisa tambahkan 100 ml lagi larutan HCl. Sehingga volume menjadi 500 ml, dengan perbandingan larutan HNO3 : HCl menjadi 1 : 4.
  10. Segera gunakan larutan air raja yang telah memerah.

Dalam proses di atas, Anda harus melakukan langkah-langkah dengan memperhatikan keselamatan.

Apa kegunaan Aqua Regia?

Aqua regia umumnya digunakan untuk sejumlah proses kimia di laboratorium. Misalnya untuk proses pemurnian emas dan platina. Proses pemurnian emas dan platina menggunakan air raja bisa Anda baca disini.

Namun aqua regia tidak digunakan untuk proses pengolahan mineral batuan emas. Hal yang menghalangi aqua regia untuk pengolahan mineral emas antara lain ; tingkat polusi udara yang ditimbulkan, biaya produksi menjadi tinggi, dan sulit diadsorbsi menggunakan berbagai jenis adsorbent.

Untuk pengolahan mineral batuan yang mengandung emas, umumnya hingga saat ini digunakan sodium sianida sebagai pelarut. Anda bisa baca disini. yang menjelaskan secara rinci cara pengolahan emas menggunakan sianida.

Aqua regia juga digunakan untuk proses analisa kimia, misalnya analisa yang menggunakan  metode AAS (Atomic Adsorption Spectroscopy).