Ada sebagian orang berpendapat bahwa virus corona COVID-19 adalah senjata biologis yang dibuat oleh manusia.

Benarkah Virus Corona COVID-19 Senjata Biologi?.  Mari kita buktikan benar tidaknya dalam penjelasan dan narasi di bawah ini.

Disini kita akan membahas apa yang dimaksud virus dan virus corona COVID-19.

Virus adalah mahluk hidup juga seperti halnya manusia. Bedanya virus merupakan mahluk hidup dengan ukuran penampang yang paling kecil. Virus berukuran kurang dari 1 mikrometer. Virus terkecil memiliki ukuran 20 nanometer (20 x 10-9 meter).

Bakteri dan kuman adalah mahluk hidup yang memiliki ukuran lebih besar dari virus, dengan rentang ukuran antara 1 mikrometer hingga 1 millimeter. 

Jika virus bisa dibuat, berarti manusia saat ini juga sudah bisa menciptakan mahluk hidup baru. Orang yang memiliki agama tentu menolak klaim bahwa manusia sudah bisa menciptakan mahluk hidup.

Virus corona diduga sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu. Beberapa jenis (strain) virus corona bisa Anda baca disini.  

Dalam 20 tahun ini sudah 3 kali dunia diserang oleh virus corona. Serangan pertama terjadi di China tahun 2003. Penyakit baru dari virus corona yang ditemukan saat itu diberi nama “SARS COVID”, dimana penyakit ini disebabkan oleh virus corona dari strain yang baru ditemukan. Serangan kedua terjadi tahun 2008 di timur tengah (negara-negara Arab), yang dilakukan oleh virus corona dari strain yang juga baru ditemukan. Penyakit yang ditimbulkan diberi nama Corona MERS.

Serangan ketiga adalah yang sedang berlangsung sekarang ini, berasal dari strain yang berbeda, dan diberi nama Novel Corona COVID-19.

Mengapa strain-strain ini baru ditemukan sekarang?

Ditemukan tidaklah berarti sebelumnya belum pernah ada. Hingga saat ini ahli-ahli biologi dunia terus menemukan spesies-spesies baru dari tanaman maupun hewan, termasuk juga flora dan fauna di Indonesia.

Jika dilogikakan dengan sapi, virus corona adalah sapi, jenis dari hewan mammalia. Sapi memiliki berbagai jenis lagi. Anda pasti tahu sapi Bali, sapi Australia, sapi India, sapi Amerika, dan sebagainya.

Untuk virus, umumnya penelitian yang menghasilkan penemuan baru biasanya dilakukan jika sudah membahayakan manusia. Padahal penemuan baru bukan berarti “baru muncul” atau “baru tercipta”, namun “penemuan baru” lebih kepada konteks “baru ditemukan”. Artinya sesuatu organisme yang sudah ada jauh sebelum ditemukan oleh manusia.

Mengapa virus bisa berubah menjadi ganas?

Kurang dari 20 tahun yang lalu Indonesia dan dunia pernah dilanda virus flu burung. Pada awalnya virus ini sudah menyerang burung selama ribuan tahun. Keganasan virus flu burung terjadi akibat terjadinya mutasi genetika. Mutasi genetika terjadi akibat persaingan (kompetisi) dalam kehidupan. Untuk hidup dan bertahan mahluk hidup terus memperbaiki penampilan dan pertahanan.

Sebut saja nyamuk. Nyamuk di kota-kota besar umumnya jauh lebih kebal terhadap racun insektisida buatan manusia dibanding nyamuk-nyamuk dari pedesaan dan daerah pinggiran hutan. Nyamuk-nyamuk perkotaan akan menyesuaikan diri terhadap racun serangga dengan cara memperkuat pertahanan.

Mutasi genetika adalah bagian dari evolusi mahluk hidup yang sudah berlangsung selama puluhan juta tahun lamanya. Dinosaurus, manusia purba, manusia viking, manusia neandertal, punah karena tak kalah bersaing dalam pertarungan kehidupan.

Tahun-tahun mendatang dapat dipastikan manusia bisa menjinakkan virus corona COVID-19, seperti halnya virus influensa. Virus influensa pernah membunuh manusia hingga 100 juta orang pada tahun 1918. Namun saat ini virus jenis ini bukanlah menjadi ancaman yang menakutkan bagi manusia.

Benarkah Virus Corona COVID-19 Senjata Biologi?

Hingga detik ini belum ada bukti manusia bisa membuat mahluk hidup. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah “tidak benar”.