Angka kematian per jumlah penduduk akibat COVID-19 di negara-negara tropis bertambah dengan sangat lambat.

Virus Corona bukan ancaman serius bagi Indonesia. Setelah 3 bulan mengikuti perkembangan COVID-19, semakin terlihat bahwa virus corona COVID-19 adalah wabah sub-tropis.

Penelusuran terhadap laju pertumbuhan jumlah korban dan laju pertumbuhan jumlah korban tewas di berbagai negara selama 3 bulan memperlihatkan adanya disparitas yang sangat tajam.

Disparitas ini ditinjau dari segi geografi bumi memperlihatkan bahwa akselerasi penyebaran virus ini berlangsung cepat di negara-negara yang memiliki 4 musim.

Demikian juga dengan jumlah korban tewas. Jumlah korban tewas secara global sudah melewati 5000 orang. Namun jumlah korban tewas akibat dari COVID-19 di negara-negara tropis hingga hari ini (13/03/2020) baru mencapai 6 orang di sepanjang garis tropis di seluruh dunia. Inilah fakta sementara.

Jumlah korban tewas yang hanya 6 orang di sepanjang zona tropis yang memiliki populasi hampir 2 milyar orang sepertinya membuktikan bahwa virus corona COVID-19 bukanlah wabah yang menakutkan di wilayah tropis.

Jika dibandingkan dengan jumlah korban tewas di negara-negara non-tropis, akan terlihat perbedaan yang sangat jauh. Tropis 5 orang : non-tropis 5000 orang, atau 1 : 1000.

Tabel di bawah kembali menampilkan data-data perbandingan jumlah korban COVID-19 dan jumlah korban tewas akibat COVID-19 di negara-negara tropis vs non tropis.

Tabel perbandingan korban COVID-19 Negara Tropis VS Non-tropis

PeringkatNegaraTropis/non-tropisJumlah korban COVID-19Total korban tewas
1.ChinaNon-tropis80,7963,169
2ItaliaNon-tropis15,1131,016
3IranNon-tropis10,075429
4Korea SelatanNon-tropis7,86966
5SpanyolNon-tropis3,14686
6PrancisNon-tropis2,87661
7JermanNon-tropis2,7456
8Amerika SerikatNon-tropis1,68040
9SwissNon-tropis8687
10NorwegiaNon-tropis8001
11JepangNon-tropis69119
12SwediaNon-tropis6871
13DenmarkNon-tropis6740
14BelandaNon-tropis6145
15InggrisNon-tropis59010
16BelgiaNon-tropis3993
17AustriaNon-tropis3611
18QatarNon-tropis2620
19BahrainNon-tropis1970
20SingaporeTropis1870
21MalaysiaTropis1580
22AustraliaNon-tropis1563
23CanadaNon-tropis1421
24Hong KongNon-tropis1303
25YunaniNon-tropis1171

Data disunting dari worldometers

Tabel di atas memperlihatkan bahwa penularan virus corona COVID-19 jauh lebih lambat di wilayah tropis (di tabel negara tropis tertinggi di Singapura dan Malaysia).

Kematian akibat COVID-19 juga sangat kecil di negara-negara tropis (Singapura dan Malaysia 0). Data di atas didasarkan fakta yang sudah berlangsung selama 3 bulan di seluruh dunia.

Kematian korban coronavirus COVID-19 memang naik makin tajam di negara-negara non-tropis (4965 orang). Namun angka kematian akibat COVID-19 di negara-negara tropis bertambah dengan sangat lambat.

Hingga saat ini (13/03/2020) jumlah kematian di negara-negara tropis seluruh dunia hanya 6 orang. Kematian akibat virus COVID-19 berasal dari negara Thailand 1 orang, Filipina 2 0rang, Indonesia 1 orang, Panama 1 orang, dan Guyana 1 orang.

Jika menelusuri akibat kematian dari korban virus COVID-19 di negara-negara tropis, dapat dikatakan bahwa sebab utama kematian bukan karena virus corona.

Kematian korban yang terjadi di Thailand disebabkan virus “demam berdarah”, yang kebetulan juga terkena COVID-19. COVID-19 yang menyerang korban menyebabkan korban sulit disembuhkan dari demam berdarah.

Begitu pun yang terjadi di Bali, dimana korban tewas lebih disebabkan riwayat penyakit diabetes dan paru-paru akut yang sebelumnya telah ada.  

Ditinjau dari segi kesehatan, virus corona bukan ancaman serius bagi Indonesia.

Masyarakat tak perlu terlalu takut terhadap ancaman virus ini. Namun kewaspadaan tetap diperlukan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun harus tenang, agar tensi ketakutan di masyarakat bisa berkurang. Dari segi kesehatan virus corona bukanlah ancaman serius bagi kita dan negara-negra tropis lainnya.

Namun dari segi ekonomi, wabah virus ini jelas sangat mengancam Indonesia. Negara-negara non-tropis yang terkena pandemi COVID-19 merupakan negara-negara yang menguasai perekonomian dunia. Ini yang sangat perlu ditanggulangi oleh kita semua.