Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Membuat Cairan Pembunuh Virus Corona dari Kaporit

Membuat cairan pembunuh virus corona perlu diketahui di saat langka dan mahalnya harga cairan desinfektan di pasaran saat ini. Cairan desinfektan adalah cairan kimia yang bertujuan membunuh mikroba dan virus.

Tak semua cairan desinfektan yang dijual memiliki keampuhan yang sama untuk membunuh virus.

Ada banyak jenis bahan kimia yang digunakan sebagai cairan desinfektan. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain :

  • Alkohol. Alkohol sudah biasa digunakan sebagai desinfektan, baik di rumah sakit maupun untuk perawatan wajah. Alkohol yang digunakan bisa berupa methanol (metil alkohol) atau ethanol (etil alkohol). Konsentrasi efektif alkohol yang terbaik untuk proses sterilisasi kuman dan virus adalah 70% ke atas.
  • Klorin. Klorin (gas Cl2) bisa diperoleh dari bahan kimia dengan nama sodium hipiklorit dan kaporit. 2 jenis bahan kimia ini menyimpan gas Cl2 (klorin), yang jika dilepaskan akan sangat efektif membunuh kuman dan virus. Kaporit sudah biasa digunakan di kolam-kolam renang. Sodium hipoklorit sering digunakan dalam deterjen cair atau pemutih pakaian.
  • Hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida adalah oksidator kuat yang melepaskan oksigen saat mengoksidasi.
  • Soda api. Penggunaan soda api untuk cairan pembunuh virus sudah dijelaskan pada post https://bestekin.com/2020/03/15/membuat-sendiri-desinfektan-pembunuh-virus-corona/ .
  • Amoniak (NH3). Amoniak banyak digunakan dalam industri untuk proses desinfektan.
  • HCl atau asam klorida. Penggunaan HCl sebagi larutan desinfektan jarang digunakan karena tak semua kuman maupun virus bisa mati oleh zat kimia ini.
  • Kapur bakar (CaO). Virus dan kuman dapat dengan mudah mati atau tak aktif pada pH di atas 10. Selain soda api dan amoniak yang memiliki pH tinggi, kapur juga bisa digunakan sebagai alat pembunuh kuman dan virus. Sayangnya keberadaan kapur saat ini cukup sulit ditemukan di perkotaan.
  • Asam borat. Asam borat dibuat dari borax, dengan cara melarutkannya dalam HCl. Sayangnya, asam borat bukan merupakan cairan desinfektan kuat, dan tak dianjurkan untuk digunakan sebagai pembunuh virus.

Masih ada belasan jenis cairan desinfektan lain yang efektif digunakan sebagai pembunuh virus.

Kali ini kita akan membahas penggunaan kaporit sebagai cairan desinfektan yang kuat dan ampuh dalam membunuh virus.

Di pasaran, kaporit yang dijual berbentuk tepung yang berwarna putih. Kaporit mudah ditemukan di toko-toko yang menjual peralatan untuk penjernih air dan kolam renang. Kaporit juga selalu ada di berbagai toko kimia.

Untuk mendapatkan hasil cepat dan sangat terjamin, maka kaporit sebaiknya dikombinasikan dengan larutan HCl. Kombinasi kaporit dan HCl akan segera melepaskan gas klorin yang langsung membunuh seluruh organisme mikron maupun virus.

HCl mudah ditemukan di toko-toko bangunan, dengan sebutan “air keras besi”. HCl juga mudah ditemukan di berbagai toko yang menjual bahan kimia. HCl yang dijual umumnya berkonsentrasi 28% – 32%.

HCl umumnya digunakan untuk membersihkan lantai keramik dari sisa-sisa semen.

Berikut cara membuat cairan desinfektan kombinasi kaporit dan HCl :

  1. HCl yang akan digunakan memiliki konsentrasi 28% – 32%. Jika penutupnya dibuka, jeriken berisi HCl akan mengeluarkan asap berupa upa HCl. Oleh karena itu, larutan HCl yang akan digunakan diencerkan terlebih dahulu menggunakan air tawar.
  2. Siapkan kaporit sebanyak 15 gram.
  3. Masukkan kaporit ke dalam jeriken plastik ukuran 10 liter.
  4. Siapkan larutan HCl sekitar 10 ml (10 cc) di dalam mangkuk yang terbuat dari kaca atau plastik.
  5. Encerkan larutan HCl menggunakan air sebanyak 8 liter.
  6. Masukkan larutan HCl yang telah diencerkan ke dalam jeriken, lalu tutup jeriken dengan rapat.
  7. Aduk jeriken dengan cara mengguncang-guncangnya dari luar.
  8. Setelah pengadukan, maka larutan desinfektan sudah siap untuk digunakan.
  9. Jangan gunakan peralatan logam dalam proses ini. Karena kaporit maupun HCl bersifat sangat korosif terhadap logam

Dalam proses di atas, gunakan pelindung sarung tangan karet dan masker. Cairan desinfektan ini sangat berbau, khas gas klorin.

Cairan desinfektan klorin tak disarankan untuk penggunaan pada kulit, karena larutan ini bersifat oksidator sangat kuat.

Baca juga : https://bestekin.com/2020/03/16/cara-membuat-sendiri-hand-sanitizer-standar-who/

Cairan klorin sangat kuat jika digunakan untuk pembersihan lantai, kamar mandi, dan mencuci peralatan-peralatan yang diduga mengandung virus.

Saat kaporit dicampur dengan HCl, terjadi reaksi kimia berikut ini :

Ca(ClO)2 + 4 HCl ===> CaCl2 (l)   +  2 Cl2 (g)  +   2 H2O (aq)

Dari reaksi kimia di atas, pencampuran HCl dan kaporit menghasilkan gas klorin (Cl2). Gas ini memiliki kekuatan lebih dibanding alkohol maupun formalin.

Di bawah 1 menit, kuman yang terpapar gas klorin akan segera mati. Demikian juga dengan segala jenis virus, termasuk virus corona. Namun dalam penggunaan, waktu terbaik adalah di atas 5 menit.

Pada dasarnya kaporit yang langsung dicampur air juga efektif membunuh kuman dan virus. Namun penambahan HCl dimaksudkan untuk lebih memperkuat daya desinfektan dari kaporit, karena gas klorin langsung dilepaskan dalam jumlah banyak.

Baca juga : https://bestekin.com/2020/03/19/cara-membuat-disinfektan-virus-corona-dari-formalin/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *