Pandemi coronavirus membuat harga-harga cairan desinfektan di berbagai tempat penjualan naik dan sulit ditemukan.

Membuat sendiri desinfektan pembunuh virus corona tak sulit untuk dilakukan oleh siapa saja. Karena pada dasarnya cairan desinfektan yang dijual di pasaran juga menggunakan bahan-bahan kimia yang juga mudah ditemukan.

Merebaknya pandemi coronavirus membuat harga-harga cairan desinfektan di berbagai tempat penjualan naik dan sulit ditemukan. Padahal tak semua cairan desinfektan yang dijual memiliki keampuhan untuk membunuh virus.

Jenis-jenis bahan kimia yang terkandung dalam cairan desinfektan, ukuran penggunaan, lama pemakaian, berpengaruh terhadap kemampuan suatu cairan desinfektan untuk membunuh virus.

Ada banyak jenis bahan kimia yang bisa digunakan sebagai cairan desinfektan. Salah satunya soda api. Soda api sangat mudah ditemukan di berbagai toko bangunan. Senyawa kimia ini umumnya digunakan untuk penanggulangan WC mampet.

Dalam konsentrasi sangat rendah, larutan soda api jauh lebih dikenal sebagai “air alkalin” atau air alkaline”, yang memiliki pH antara 8-9.  Air alkalin banyak digunakan sebagai air minum.

Soda api dalam konsentrasi 0,1 – 0,5 molar mampu membunuh bakteri, kuman, dan virus dengan cepat. Kemampuan soda api membunuh virus telah terbukti dan banyak digunakan dalam laboratorium (sumber) dan campuran dalam berbagai produk cairan desinfektan.

Untuk penggunaan sebagai cairan desinfektan kulit tubuh dan rumah tangga, larutan soda api yang digunakan cukup sekitar 0,05 Molar.

Untuk membuat sendiri desinfektan pembunuh virus corona, ikuti langkah berikut ini :

  1. Ambil soda api flake kurang dari 1/2 sendok makan (5 keping soda api per 1 liter air).
  2. Siapkan air tawar bersih 1 liter.
  3. Masukkan kristal soda api ke dalam air, aduk merata hingga semua terlarut..
  4. Simpan larutan soda api di tempat yang terbuat dari plastik tertutup (jeriken).

Anda bisa menambahkan 50 cc alkohol konsentrasi 70% ke dalam larutan soda api. Tujuannya untuk memperkuat kemampuan daya bunuh kuman dan virus.  

Soda api bersifat sangat higroskopis. Membiarkan larutan soda api di udara terbuka akan mengakibatkan terjadinya pengenceran, yang menyebabkan konsentrasinya berkurang.    

Untuk memastikan kekuatan soda api dalam membunuh virus, dalam pemakaiannya jangan diencerkan dengan air tawar.

Larutan soda api yang telah dibuat bisa digunakan untuk

  • Cairan pel lantai dan kamar mandi
  • Mencuci berbagai peralatan yang diduga kemungkinan tertular virus dan kuman.
  • Mencuci tangan dan kulit wajah. Hindarkan dari terkena mata.

Larutan soda api terasa licin dan lengket di kulit. Untuk penggunaan pada peralatan rumah tangga, ikuti langkah berikut :

  1. Basuh peralatan atau lantai yang akan dibersihkan.
  2. Biarkan selama minimum 2 menit.
  3. Setelah 2 menit, netralkan pH lantai atau peralatan menggunakan air tawar dengan cara ulangi pembilasan.

Penggunaan larutan soda api untuk desinfektan kulit :

  1. Basuh tangan dan kulit tubuh lain menggunakan larutan soda api yang telah dibuat.
  2. Biarkan selama minimum 2 menit.
  3. Bilas dengan air tawar atau air yang mengandung perasan jeruk nipis.
  4. Hindarkan larutan ini terkena selaput mata. Jika terkena selaput mata, cuci bersih dengan air tawar hingga rasa perih menghilang.

Dalam bentuk flake (kristal) atau cairan kental, soda api sangat berbahaya terhadap kulit. Oleh karena itu dalam proses pembuatan Anda harus berhati-hati. Ikuti petunjuk penggunaan asoda api, atau Anda bisa membaca artikel disini

Untuk mengetahui jenis disinfektan lain yang ampuh dalam membasmi corona, Anda bisa baca disini.

Membuat desinfektan dari formalin, bisa Anda baca disini.