Penggunaan Tembaga Untuk Membunuh Virus telah ribuan tahun dilakukan oleh peradaban kuno. Coronavirus dan virus influensa yang mendarat di permukaan logam tembaga atau paduannya akan segera mati dalam beberapa menit saja. Dan dalam beberapa jam sudah tak terdeteksi lagi.

“Kami melihat virus baru saja pecah,” kata Bill Keevil, profesor kesehatan lingkungan di University of Southampton. “Mereka mendarat di tembaga dan itu hanya menyebabkan kematian mereka.”(sumber)

Tembaga beserta paduannya (kuningan, perunggu, kupronikel, tembaga-nikel-seng, dan lainnya) adalah bahan antimikroba alami. Peradaban kuno mengeksploitasi sifat antimikroba dari tembaga jauh sebelum konsep mikroba dipahami pada abad kesembilan belas.

Selain beberapa untuk bahan obat, juga diamati berabad-abad yang lalu bahwa air yang terkandung dalam wadah tembaga atau diangkut dalam sistem pengangkutan menggunakan wadah tembaga memiliki kualitas yang lebih baik. (sumber)

Bakteri, ragi, dan virus dengan cepat dibunuh pada permukaan logam tembaga, dan istilah “pembunuhan kontak” telah diciptakan untuk proses ini. Sementara fenomena itu sudah dikenal di zaman kuno, saat ini kembali menerima perhatian baru.

Pembunuhan kontak diamati berlangsung pada laju setidaknya 7 hingga 8 log per jam, dan tidak ada mikroorganisme hidup yang secara umum ditemukan dari permukaan tembaga setelah inkubasi yang berkepanjangan.

Aktivitas antimikroba dari tembaga dan paduan tembaga sekarang sudah mapan, dan tembaga baru-baru ini terdaftar di Badan Perlindungan Lingkungan A.S (US-EPA) sebagai bahan antimikroba padat pertama. (sumber)

Stainless steel adalah logam yang paling banyak digunakan di lingkungan perawatan kesehatan. Ini disebabkan penampilannya yang “bersih” dan tahan korosi.

Namun tidak ada keuntungan antimikroba yang melekat dalam penggunaan stainless steel. Permukaan tembaga, dengan sifat self-sanitizing-nya, dapat digunakan sebagai kontribusi penting untuk pengendalian infeksi di rumah sakit-rumah sakit.

Dengan demikian, penggunaan permukaan logam tembaga sebagai antimikroba cenderung memberikan perlindungan dari mikroba infeksius dengan mengurangi kontaminasi permukaan.(sumber)

Studi tentang sifat-sifat antimikroba dari permukaan tembaga logam adalah perkembangan yang relatif baru. Penelitian antimikroba tembaga memperoleh momentum ketika Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US-EPA) mendaftarkan hampir 300 jenis permukaan paduan logam tembaga yang berbeda sebagai antimikroba pada tahun 2008.

Karena telah terbukti mampu membunuh semua jenis virus, perlu kiranya dipertimbangkan penggunaan tembaga untuk membunuh virus corona di rumah sakit-rumah sakit yang menjdi rujukan pasien virus corona.

Karena stainless steel tak memiliki kemampuan disinfektan, maka peralatan stainless steel bisa saja diganti dengan peralatan yang terbuat dari tembaga atau paduan tembaga.