Virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 tak tahan panas dan kelembaban tinggi.

Cara Jitu Membasmi Virus Corona COVID-19 adalah dengan menggunakan cat hitam untuk menangkap panas matahari ! Virus corona SARS-Cov2 mudah mati pada suhu tinggi. Cat hitam menaikkan panas, dan virus mati seketika jika suhu permukaan naik di atas 56 derajat celcius.

Kita negara khatulistiwa, yang penuh dengan sinar matahari. Penggunaan cat hitam untuk menaikkan suhu sangat efektif untuk membunuh virus di lingkungan sekitar.

Turunnya suhu bumi meningkatkan penularan virus corona

Selanjutnya kelemahan tersebut digunakan untuk membasmi mereka. Menghambat Virus Corona Tak Cukup hanya Sosial Distancing. Upaya ini, termasuk lockdown, terbukti gagal dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Larangan WNA masuk dan larangan keluar nyatanya masih membuat semua negara bobol. Seluruh negara di dunia telah terjangkiti oleh virus ini.

Diawali oleh pengumuman dari pihak otoritas, bahwa telah ditemukan korban positif COVID-19. Sesaat kemudian suasana mendadak sepi. Orang-orang teriak isolasi, lockdown. Kegiatan berkurang tajam, mendadak suhu bumi mendingin, mendekati suhu ideal 4 0C – 25 0C, yang otomatis menurunkan kelembaban. AC – AC dipasang di rumah-rumah di negara-negara tropis, karena takut ketularan dari udara luar. Akhirnya kita menciptakan kondisi yang disukai oleh virus COVID-19 !

Menghambat penyebaran virus corona harusnya berpijak pada kelemahan virus corona tersebut. Kita bisa belajar dari film “Independence Day”, yang rilis di tahun 1996. Di film dikisahkan bahwa peradaban manusia terancam oleh serbuan alien yang kebal terhadap serangan nuklir. Namun akhirnya terpecahkan oleh seorang ilmuwan. Akhirnya manusia selamat, setelah terlebih dahulu mempelajari kelemahan alien yang menyerang mereka.

Virus corona, secara umum memiliki sifat khas, rentan terhadap panas dan kelembaban udara. Virus pun terdenature pada tekanan tinggi.

Fakta di lapangan, berbagai usaha meredam corona justru membuat spesies ini makin mudah berkembang. Isolasi, lockdown, berakibat pada penurunan suhu secara global. Bumi menjadi dingin. Coronavirus menyukai hidup di suhu 4 0C – 25 0C, dengan kelembanan udara dibawah 50 %. Ruang isolasi diberi tekanan negatif, yang menyebabkan suhu turun dan juga kelembaban.

Akhirnya korban tewas berjatuhan di ruang-ruang isolasi. Tak hanya pasien, namun dokter dan tenaga medis lainnya pun turut kena, bahkan ikut tewas karena virus ini.

Celakanya, manusia di seluruh negara dipaksa untuk menurunkan suhu bumi, melalui kebijakan-kebijakan penghentian kegiatan ekonomi. Akibatnya COVID-19 berkembang makin pesat, dan kematian naik makin tak terkendali.

Virus corona menguasai jalanan, gedung-gedung umum, tempat-tempat publik. Manusia sembunyi menunggu. Tiap hari penderita baru terus bertambah, korban tewas naik secara cepat.

Harusnya hasil penelitian 10 tahun sebelum wabah ini datang, diaplikasikan dalam bentuk nyata : naikkan suhu bumi, lembabkan ! Bikin COVID-19 dan kerabatnya tak nyaman dan mudah mati (inactive) di ruang terbuka.

Bagaimana caranya ?

Cara Jitu Membasmi Virus Corona COVID-19

Sebelum vaksin berhasil digunakan, manusia harus melawan coronavirus secara global. Kita tak boleh hanya menunggu, dengan harapan tak terluar dari orang lain dengan cara sembunyi ! Jangan biarkan virus ini menguasai bumi. Maksimalkan kekuatan matahari, dengan cara menghitamkan permukaan jalan-jalan, jembatan, gedung-gedung, dan rumah-rumah. Warna hitam menyebabkan panas terserap dan permukaan bumi menjadi panas. COVID-19 yang menempel akan terbakar sempurna.

Gerakkan kembali ekonomi, nyalakan mesin-mesin pabrik, agar suhu bumi kembali hangat.

Hentikan pemakaian AC. Karena virus ini mampu bertahan di evaporator AC hingga 12 hari !

Harus ada aksi global untuk mengusir virus ini dari lingkungan manusia.

Janganlah justru kita menjadi tawanan virus corona, bersembunyi dari organisme yang tak terlihat.