Tutorial ini bertujuan membantu mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga disinfektan di pasaran.

Video Cara Membuat Alkohol dari Gula Untuk Disinfektan Virus Corona berisi tutorial pembuatan alkohol dari gula pasir. Wabah coronavirus menjadikan harga disinfektan dan hand sanitizer melambung tinggi.

Akhirnya masyarakat yang membutuhkan seperti “sudah jatuh tertimpa tangga”. Untuk mengatasi permaian harga ini, bestekin.com mencoba menyebarluaskan cara pembuatan berbagai jenis disinfektan, salah satunya “membuat alkohol dari gula”.

Mudah-mudahan dengan adanya video ini, masyarakat menjadi lebih aman dan jauh dari resiko terinfeksi virus corona.

Gula pasir mudah diperoleh dimana saja di seluruh dunia. Cara membuat disinfektan dari gula pasir adalah metoda tercepat dan murah, untuk mendapatkan alkohol bermutu tinggi. Membuat alkohol dari gula pasir merupakan cara yang lebih cepat dan sederhana dibanding menggunakan bahan dari ubi kayu (singkong) dan jagung.

Harga disinfektan di pasaran makin mahal. Namun ketersediaan pun makin jarang. Alkohol (etanol) berkadar 90% saat ini bisa berada di kisaran Rp 400.000,- per liter, dan belum tentu ada di pasaran. Sementara penyebaran virus corona makin masif di mana-mana.

Pada artikel ini, bestekin.com mengajarkan bagaimana cara membuat alkohol dari gula pasir, yang selanjutnya digunakan sebagai disinfektan atau hand sanitizer.

Semua alat dan bahan yang diperlukan bisa ditemukan di sekitar Anda. Tujuan artikel ini agar semua orang bisa terhindar dari penularan virus yang mematikan.

Hanya alat penyulingan yang harus dibeli di toko penyedia peralatan laboratorium, atau ditempa di bengkel-bengkel.

Video Cara Membuat Alkohol dari Gula Untuk Disinfektan Virus Corona

Gula pasir adalah bahan baku pembuat alkohol yang paling cepat dan paling mudah ditemukan. Pada artikel sebelumnya, bestekin.com telah mengajarkan bagaimana membuat alkohol dari singkong.

Namun pada artikel ini, proses pembuatan alkohol menjadi lebih mudah, karena tanpa menggunakan enzim dan pemanasan bahan baku.

Ada 2 langkah yang perlu dilakukan proses pembuatan alkohol.

  1. Proses fermentasi air gula menggunakan yeast (ragi) selama 7 – 8 hari.
  2. Penyulingan larutan alkohol hasil fermentasi (yang berkadar 15%) menjadi alkohol berkadar 95%.

Untuk melaksanakan 2 proses di atas, Anda hanya membutuhkan bahan kimia sebagai berikut :

  • Gula pasir
  • Air tawar yang steril atau air yang telah direbus.
  • Yeast atau ragi roti, yang di Indonesia terkenal dengan nama “Fermipan”.

Alat-alat yang digunakan :

  1. Wadah fermentasi. Untuk skala kecil atau untuk konsumsi sendiri, Anda bisa menggunakan galon air isi ulang sebagai wadah fermentasi.
  2. Tabung penyulingan. Penyulingan adalah pemisahan 2 jenis cairan menggunakan pemanasan. Tabung penyulingan bisa menggunakan labu reaksi untuk skala pemakaian sendiri. Atau Anda bisa membuat alat yang lebih besar dari panci stainless steel, yang dilas dan diberi lubang untuk pipa keluar uap alkohol.
  3. Kompor pemanas. Anda bisa menggunakan pemanas listrik atau gas.
  4. Tabung penampungan hasil alkohol 96%.
  5. Selang-selang kaca pyrex atau selang pipa tembaga, yang berfungsi mengalirkan cairan alkohol ke tabung penampungan.
Video Cara Membuat Alkohol dari Gula pasir :
  1. Perbandingan komposisi gula dan air tawar adalah 1 : 12. Jika menggunakan gula 1 kg, Anda membutuhkan air tawar sebanyak 12 liter.
  2. Larutkan gula pasir sebanyak 1,5 kg dalam air tawar sebanyak 18 liter. Aduk merata hingga semua kristal gula menjadi larut.
  3. Masukkan larutan gula ke dalam tabung / galon air mineral.
  4. Masukkan yeast (fermipan) sebanyak ½ sendok makan ke dalam galon yang telah berisi air gula
  5. Tutup rapat mulut atas dari galon air mineral menggunaka plastik tipis.
  6. Bocorkan plastik penutup menggunakan jarum halus (cukup 1 lubang). Tujuan dari proses ini agar tekanan gas CO2 saat proses fermentasi bisa keluar dari galon air mineral, namun udara luar tak masuk ke dalam galon air mineral.
  7. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 7-8 hari.

Untuk melihat proses di atas berlangsung dengan baik, Anda bisa mendengarkan reaksi dengan cara menempelkan telinga ke tutup plastik atas, dan dengarkan secara seksama. Saat didengarkan, akan ada suara riak seperti suara minuman berkarbonasi saat mengeluarkan gas (misalnya suara gas pada minuman coca cola).

Reaksi fermentasi selesai atau melambat di hari ke 7. Pada hari ke 7, larutan gula yang Anda reaksikan dengan yeast (ragi) telah berubah menjadi larutan alkohol (ethanol) berkadar antara 10%-15%.

Hasil proses di atas selanjutnya disuling menggunakan alat penyuling, untuk memperoleh alkohol berkadar 96%.