Proses Virus Corona Masuk ke Dalam Tubuh melewati 3 pintu masuk. Informasi ini perlu diketahui untuk mencegah penularan.

Proses virus corona masuk ke dalam tubuh diawali melalui salah satu dari 3 pintu masuk :

  • Melalui hidung
  • mulut, dan
  • mata.

Lalu virus menyebar ke bagian belakang saluran hidung dan ke selaput lendir di tenggorokan, menempel pada reseptor sel tubuh.

Wabah virus corona yang saat ini menjadi pandemi disebabkan oleh virus yang diberi nama SARS-Cov2. Sedangkan penyakit yang disebabkannya diberi nama COVID-19. Penyakit ini berakibat fatal bagi sebagian orang yang terkena dampaknya. Sebagian besar bahaya yang ditimbulkan lebih terkait dengan pneumonia, atau radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi.

Gejala awal biasanya dimulai dari batuk, demam dan sesak napas, dan sangat mirip flu atau pilek. Gejala awal muncul 2-14 hari setelah paparan, kata Centers for Disease Control (CDC).

Virus ini bersirkulasi melalui tetesan cairan di udara yang menyebar melalui batuk atau bersin, dan masuk ke dalam tubuh melalui mulut, mata, atau hidung. Ia dapat tetap hidup di permukaan selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan mungkin bisa memasuki paru-paru secara langsung ketika dihirup.

Pergerakan Virus Corona di Dalam Tubuh

Setelah memasuki tubuh, virus menyebar ke bagian belakang saluran hidung dan ke selaput lendir di tenggorokan, menempel pada reseptor sel tubuh.

Partikel-partikel virus mengait ke dinding luar sel inang, materi genetik virus merusak membran sel, dan kemudian membajak sel untuk membuat lebih banyak salinan virus. Salinan virus berkembang biak, keluar dari sel, dan menginfeksi sel-sel lain dalam tubuh. Satu sel dapat menghasilkan jutaan virus baru sebelum mati.

Virus itu kemudian bergerak dari bagian belakang tenggorokan ke saluran bronkial menuju paru-paru, menurut laporan dari The New York Times berdasarkan wawancara dengan para ahli terkemuka dalam penyakit menular.

Infeksi kemudian dapat mencapai paru-paru, menyebabkan peradangan pada selaput lendir mereka dan merusak kantong udara mereka. Peradangan menghambat kemampuan paru-paru untuk mengoksigenasi darah dan menghilangkan karbon dioksida dari aliran darah.

Peradangan di paru-paru, dan kinerjanya yang menurun, dapat menyebabkan mereka terisi dengan cairan, nanah dan sel-sel mati, dan menyebabkan infeksi, yang menyebabkan pneumonia.

Penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona

Beberapa orang yang terinfeksi mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan ventilator, dan bagi yang lain, paru-paru menjadi begitu dibanjiri dengan cairan yang bahkan meskipun dengan intervensi (bantuan medis), mereka mati.

Orang yang menderita pneumonia dari penyakit lain juga berisiko lebih tinggi untuk infeksi virus dan bakteri sekunder.

Pneumonia (radang paru-paru) yang disebabkan oleh coronavirus tampaknya lebih parah daripada kebanyakan kasus penyakit pneumonia jenis lain, dan mempengaruhi sebagian besar paru-paru, kata para ahli kepada surat kabar The Guardian. Pneumonia biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang dapat diobati dengan antibiotik.

Infeksi paru-paru COVID-19 tampaknya dimulai pada bagian luar sisi paru-paru, kemudian bergerak ke daerah yang lebih sentral, termasuk saluran pernapasan bagian atas dan trakea.

Virus ini juga dapat memasuki aliran darah, dan mungkin dapat menginfeksi sistem pencernaan, menyebabkan gejala seperti diare dan gangguan pencernaan. Infeksi juga dapat secara langsung merusak organ-organ termasuk jantung, ginjal, dan hati, dan menyebabkan sumsum tulang menjadi meradang. Pembuluh darah kecil juga rentan terhadap peradangan.

Respon imun tubuh sendiri terhadap infeksi dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan fungsi organ.

Pusat Pengendalian Penyakit mengatakan virus telah terdeteksi dalam spesimen darah dan tinja, tetapi tidak jelas apakah dapat menyebar melalui cairan tubuh.

Setidaknya ada enam jenis coronavirus lain yang dapat menginfeksi manusia. Beberapa menyebabkan pilek, sementara yang lain menyebabkan wabah SARS dan MERS. Strain SARS-Cov2 diyakini berasal dari kelelawar.

Pakar kesehatan merekomendasikan mencuci tangan secara teratur untuk membatasi paparan. Sabun secara efektif menghancurkan virus kata para pakar di “surat kabar The Guardian“. Ketika virus ini berada di luar tubuh, sabun akan melarutkan “enveloped” dari virus, atau membran luarnya yang terbuat dari lemak, menyebabkan partikel virus menjadi berantakan.

Siapa yang Paling Beresiko Terkena COVID-19 ?

Lebih dari 260.000 orang telah pulih dari virus, pada saat dimuatnya tulisan ini. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sekitar 80% orang pulih tanpa perawatan dari spesialis, dan sekitar satu dari enam menjadi sakit parah.

Virus corona mudah menyerang orang tua. Sistem kekebalan tubuh cenderung melemah seiring bertambahnya usia, bahkan pada orang yang sehat dan aktif.

Risiko dari coronavirus mulai meningkat untuk orang-orang yang berusia di atas 60 dan lebih tinggi untuk mereka yang berusia di atas 80.

Perokok berat cenderung lebih rentan terhadap infeksi serius karena paru-paru mereka yang rusak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, orang dengan penyakit ringan sembuh dalam waktu sekitar dua minggu. Sementara mereka yang menderita penyakit parah yang bertahan hidup mungkin membutuhkan tiga hingga enam minggu untuk pulih kembali.

Perkembangan penularan virus corona terbaru

Namun akhir-akhir ini banyak dari pasien virus corona SARS-Cov2 tak tahu bagaimana mereka bisa tertular. Artinya ada penularan virus tanpa melalui kontak langsung dengan penderita.

Artinya, Proses Virus Corona Masuk ke Dalam Tubuh manusia bisa disebabkan oleh hal lain. Misalnya, masuk melalui debu yang terhirup langsung, atau makanan dingin yang telah mengandung tempelan virus corona.