Pertanyaan apakah SARS-Cov2 bisa menular melalui udara banyak diperbincangkan beberapa kalangan.

Benarkah corona bisa menular melalui udara?

Sudah pasti bisa. Meskipun menurut WHO belum ada bukti yang nyata, namun penggunaan masker udara membuktikan bahwa virus corona bisa menular melalui udara. WHO hingga saat ini masih mengandalkan bukti penyebaran virus melalui droplet (semburan cairan dari mulut atau hidung) dan tangan yang mengandung virus SARS-Cov2.

Padahal droplet keluar dari hidung dan mulut lewat udara, bukan melalui ruang hampa. Dan masker pernafasan bertujuan untuk melindungi hidung dan mulut kena percikan droplet dari udara.

Permasalahannya, gawatnya pandemi virus corona SARS-Cov2 saat ini menyebabkan orang-orang dan beberapa lembaga penelitian besar dan kecil juga ikut meneliti. Dan sebagian di antaranya beranggapan vius bisa menyebar via udara.

Lantas Apakah kita harus selalu mengikuti sikap WHO?

Virus ini tak hanya penyakit biasa. Namun juga penyakit mematikan. Ada baiknya kewaspadaan makin ditingkatkan, dan peluang masuknya virus ke tubuh makin diperkecil. Membantah hasil penelitian atau opini bahwa virus bisa menular melalui udara bukan pilihan bijak.

Apakah droplets tak bisa melayang di udara ?

Droplet berupa cairan yang bersifat koloid. Cairan koloid ini, pada diameter yang besar tentu mudah tertarik oleh gaya grafitasi bumi. Namun ukuran droplet yang halus (misalnya juga berukuran koloid) akan menghasilkan aerosol, yang bisa melayang dalam radius kilometer.

Contoh nyata, badai pasir di Timur Tengah bahkan bisa memindahkan gunung pasir. Padahal pasir memiliki ukuran diameter yang bersifat suspensi, dan mudah tertarik oleh grafitasi. Bahkan di pinggir laut Anda sering melihat fenomena angin membawa pasir beruikuran besar sejauh ratusan meter !

Tak perlu susah-susah untuk menyimpulkan bahwa virus corona bisa melayang terbawa angin sejauh beberapa kilometer.

Bahkan angin puting beliung pun bisa memindahkan atap rumah sejauh ratusan meter !

Jika atap rumah, pasir, dan bahkan mobil bisa diterbangkan oleh angin, apalagi dengan virus corona yang sangat kecil ini ?!

Sudah terbukti dan tak terbantahkan bahwa virus ini bisa hidup di lapisan keras selama hitungan jam hingga hari. Bagaimana jika tersapu oleh angin, apakah virus yang menempel plastik akan tertinggal dan hanya plastiknya yang akan melayang ?!

Premium adalah bensin yang mengandung timbal. Timbal adalah logam berat, yang memiliki berat jenis jauh di atas besi. Timbal dari hasil pembakaran bensin pada kendaraan bermotor akan melayang-layang di udara selama berjam-jam.

Apakah virus corona SARS-Cov2 lebih berat dari logam?!

Jawabannya jelas, tentu saja tidak.

Benarkah Corona Bisa Menular Melalui Udara ?

Sudah pasti bisa. Penularan melalui udara bisa terjadi, dan masuk melalui udara yang terhirup oleh hidung.

Menurut salah satu artikel di sciencedirect.com   , beberapa peneliti meyakini adanya kemungkinan virus corona SARS-Cov-2 bisa menular melalui transmisi udara.

Oleh karena itu, perlu disarankan penerapan jaga jarak (social distancing) dengan radius yang lebih jauh lagi.