Beberapa media ramai-ramai mengatakan bahwa WHO merilis pernyataan “virus corona tak menyebar melalui udara”. Namun orang-orang disarankan menggunakan masker udara. Inilah contoh dari dua pernyataan yang tidak konsisten.

Aerosol penyebab utama penularan virus corona. Bukan tangan ataupun kulit. Dan sangat jelas, bahwa virus ini lebih banyak menyebar melalui udara. Mengapa?

Virus corona bukanlah organisme yang memiliki kaki dan tangan, sehingga bisa masuk ke hidung, mulut, dan mata dengan cara bergerak.

Apa yang dimaksud dengan aerosol?

Aerosol adalah partikel yang memiliki ukuran nano-meter, atau berdiameter 10-9 meter. Artinya, aerosol adalah partikel dari sistem koloid yang berada di udara. Sangat halus dan hampir tak terlihat mata. Aerosol yang memiliki zat terdispersi cair disebut aerosol cair (contoh: kabut dan awan). Sedangkan yang memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat (contoh: asap dan debu dalam udara).

Untuk bisa melihat aerosol secara jelas, Anda bisa melakukannya pada ruangan gelap dengan batuan sinar laser. Jika Anda memancarkan sinar laser hijau di ruangan gelap dan tak terlihat garis warnanya, dapat dikatakan ruangan tersebut minim aerosol. Namun jika garis cahaya terlihat jelas, bisa dikatakan bahwa ruangan penuh dengan aerosol.

Apabila di ruangan berkabut, pancaran sinar laser akan seperti benang berwarna hijau. Asap atau asap rokok terlihat jelas jika menggunakan laser di ruangan gelap.

Apakah aerosol mudah jatuh tertarik grafitasi?

Aerosol memiliki gerak brown dan efek tyndall. Gaya gravitasi punya pengaruh, namun kecil terhadap aerosol. Anda sering membaca berita bahwa kebakaran hutan di Indonesia menyebabkan asap menyeberang ke malaysia dan Singapura.

Kebakaran hutan di Australia tahun lalu bahkan terlihat hingga ke benua Amerika.

Mengapa Droplet Bisa Menjadi Aerosol?

Setiap zat cair yang disemprotkan dipastikan tak memiliki ukuran yang seragam. Ukuran zat cair yang disemprotkan bervariasi, mulai dari diameter terbesar, hingga berukuran nano-meter. Ukuran terbesar jatuh di dekat penyemprot. Jika dimisalkan penyemprot adalah orang pengidap COVID-19, droplet terbesar jatuh di dekat orang tersebut. Makin jauh jaraknya, droplet yang menyebar juga makin halus.

Berapa jauh droplet virus corona bisa menyebar melalui udara ?

Jauh tidaknya taransmisi droplet bergantung beberapa hal di bawah ini :

  1. Suhu dan kelembaban udara

Suhu yang tinggi menyebabkan droplet menjadi kering. Namun virus baru menjadi inactive (mati) jika suhu udara mencapai 56 0C. Tetapi suhu yang lebih tinggi di atas 25 0C juga menyebabkan daya hidup virus corona menjadi berkurang, dan signifikan terhadap kenaikan suhu.

Kelembaban udara berpengaruh terhadap sifat koloid dari droplet. Makin lembab udara, makin mudah droplet jatuh ke permukaan tanah. Makin lembab udara pun mempengaruhi daya tahan virus, yang menjadi mudah mati jika kelembaban udara naik secara signifikan.

  1. Arah dan kecepatan angin.

Arah angin mempengaruhi jarak pancar droplet. Angin bawah berpotensi menaikkan jarak transmisi droplet. Angin bawah berasal dari bawah, bergerak ke atas. Kebalikannya angin atas akan menurunkan jarak transmisi droplet.

Kecepatan atau laju angin pun berpengaruh terhadap jarak pancar droplet. Makin kencang tiupan angin di saat droplet terpancar, maka makin jauh lah jarak pancar droplet.

Mengapa resiko penularan melalui aerosol lebih tinggi dibanding tangan?

Virus corona tak memiliki kaki atau tangan. Virus ini tak bisa merayap di kulit kita. Tapi sedotan nafas dari hidung bisa membawa virus langsung ke dalam paru-paru. Lendir di rongga hidung bisa saja menghambat sebagian aerosol, namun sebagian besar lagi lolos langsung ke paru-paru.

Namun tangan dan anggota tubuh lain pun bisa menyebarkan virus, melalui sentuhan ke lubang hidung, selaput mata, telinga, dan mulut.

Aerosol Penyebab utama penularan virus corona

Aerosol, sulit untuk dibantah, adalah penyebab mudahnya virus corona masuk ke rongga paru-paru. Droplet ukuran yang lebih besar memiliki resiko yang lebih kecil terhadap orang yang mengenakan masker, karena bisa tersaring oleh masker.

Sangat jelas terbukti bahwa “virus corona bisa menyebar melalui udara“.