Kata aerosol menjadi populer karena pandemi coronavirus melanda dunia.

Arti aerosol dalam penularan virus corona.

Aerosol adalah partikel koloid yang berada di udara. Atau, aerosol adalah partikel yang memiliki ukuran diameter dibawah 1 mikron, dan melayang-layang di udara.

Secara teoretis, arti aerosol adalah suatu jenis koloid di udara, di mana fase terdispersinya berupa zat padat atau cair dan medium pendispersinya berupa udara. Jika fase terdispersinya padat, maka disebut aerosol padat. Jika fase terdispersinya cair, maka disebut aerosol cair. Contoh koloid jenis aerosol cair adalah minyak wangi (parfum), obat nyamuk semprot, dan cat semprot.

Jenis aerosol padat adalah debu halus yang berterbangan di udara.Ada juga aerosol yang merupakan campuran dari padat dan cair. Misalnya asap dari rokok atau asap dari pembakaran.

Yang dimaksud dengan “fase terdispersi” di atas adalah zat yang berukuran koloid tersebut. Suatu kumpulan yang koloid memiliki ukuran diameter antara 1 nm – 999 nm. 1 nm = 1 nano-meter = 10-9 meter.

Pembakaran bensin premium yang mengandung timbal pada kendaraan bermotor menghasilkan aerosol timbal di udara. Sedemikian halusnya, sehingga aerosol tak terlihat oleh mata telanjang.

Adapun arti aerosol dalam penularan virus corona adalah, partikel virus corona yang terlepas di udara bersama sel induknya, dan memiliki ukuran dibawah 1 mikron.

Proses terbentuknya aerosol melalui pelepasan cairan tubuh

Saat orang yang positif menderita COVID-19 berbicara atau bernafas, atau sedang bersin, akan keluar dari mulut atau hidungnya cairan. Cairan yang keluar ini tidak berukuran seragam. Partikel yang berukuran besar akan dengan mudahnya jatuh ke lantai akibat gaya gravitasi.

Namun partikel yang berukuran nano akan melayang-layang di udara. Jarak tempuh partikel ini tergantung pada kecepatan angin, tekanan udara, suhu, dan kelembaban. Tiupan angin yang makin kencang menyebabkan radius mobilitas aerosol menjadi luas.

Tekanan udara dan kelembaban yang tinggi menyebabkan terjadinya aglomerasi dari aerosol, yang mengakibatkan terbentuknya partikel yang lebih besar, dan akhirnya terpresipitasi (jatuh ke permukaan tanah).

Suhu udara yang tinggi menyebabkan umur virus menurun, dan mudah ter-inaktifasi, atau menjadi mati.

Setiap semburan cairan ke udara pasti selalu menghasilkan segala jenis ukuran. Mulai dari ukuran terbesar, hingga ukuran nano dan piko-meter.

Pengaruh Masker terhadap Pencegahan Transmisi Aerosol

Masker punya pengaruh positif dalam menghambat penyebaran aerosol. Namun penggunaan masker sesungguhnya tak menjamin seseorang tak tertular partikel aerosol.

Seorang yang positif corona, meskipun telah menggunakan masker, tetap saja masih bisa melepas virus ke udara. Masker, dengan kualitas tertinggi pun, saat digunakan, selalu menghasilkan celah antara pinggirannya dan lapisan kulit wajah. Dari celah inilah peluang aerosol lepas ke udara. Meskipun memang jumlah aerosol menjadi berkurang akibat adanya halangan dari mesker.

Aerosol bisa menempel di pakaian. Saat terjadinya gerakan, kemungkinan aerosol yang menempel di pakaian terlepas ke udara.

Orang sehat yang menggunakan mesker tetap bisa tertular virus melalui transmisi aerosol di udara. Aerosol bisa lolos melalui celah antara kulit wajah dan pinggiran masker. Adapun kemungkinan lolos melalui pori-pori masker sangat kecil. Ini karena adanya tegangan elektrostatis dari pori-pori masker, yang akan menarik partikel halus untuk menempel di benangnya.

Apakah Aerosol Mudah jatuh ke permukaan tanah atau lantai?

Aerosol akan jatuh jika terjadi aglomerasi. Aglomerasi adalah penggabungan partikel berukuran nano menjadi lebih besar, dan akhirnya terbentuk partikel berukuran mikron. Ukuran mikron mudah jatuh terpresipitasi. Namun jika teka terjadi aglomerasi, aerosol akan terus melayang di udara.

Sebagaimana yang telah disebutkan di awal artikel ini, aerosol adalah partikel koloid. Anda bisa dengan mudah memilihat koloid di cairan. Contohnya air teh, air kopi, air susu, jus buah-buahan, dan sebagainya.

Warna teh tak akan mengendap dengan tarikan gravitasi. Karena mereka memiliki ciri khas, gerak Brown. Gerak Brown adalah gerakan acak akibat dari adanya muatan listrik elektrostatis yang seragam. Muatan seragam ini menyebabkan terjadinya gaya total-menolak antara masing-masing partikel.

Demikian juga halnya sifat aerosol di udara. Asap dari kebakaran hutan di Sumatera bisa terbawa udara hingga ke Malaysia dan Singapura. Asap tersebut adalah partikel aerosol.

Kebakaran hutan di Australia bahkan bisa mencapai benua Amerika.

Perbedaan cara Penularan Versi WHO vs Hasil Penelitian para Ahli

WHO dalam salah satu rilisnya mengatakan “belum ada bukti virus bisa menular melalui udara”. Alasannya karena adanya gaya gravitasi yang akan menyebabkan presipitasi cairan di sekitar penderita. Pernyataan ini mengesampingkan pendapat umum yang mengatakan “aerosol penyebab utama penularan virus corona”.

Pernyataan ini seolah mengabaikan arti aerosol secara umum, dan secara khusus mengabaikan “arti aerosol dalam penularan virus corona”.

Kebalikannya, CDC telah menerbitkan artikel yang mengklaim aerosol menjadi penyebab menularnya virus corona di rumah sakit di Wuhan, dan virus corona bisa menyebar melalui udara.  .

Dan hampir semua lembaga penelitian yang terlibat dalam investigasi coronavirus mengatakan “bahwa aerosol menjadi penyebab menularnya virus corona”.

Surat kabar The New York Times juga menerbitkan artikel “ Airborne Coronavirus Detected in Wuhan Hospitals”.