APD atau Alat Pelindung Diri, digunakan untuk memproteksi bagian-bagian tubuh yang beresiko terancam bahaya.

Keanehan penggunaan APD virus corona adalah alat ini bukan memperkuat pertahanan masker dan kacamata pelindung wajah. Jika defenisi APD untuk melindungi bagian tubuh yang beresiko, namun untuk apa APD digunakan dalam pencegahan penularan corona?!

Cukup membingungkan memang. Helm pengaman digunakan di pabrik-pabrik dan proyek konstruksi. Helm pengaman tersebut fungsinya mencegah kepala dari benturan, khususnya resiko kejatuhan benda-benda keras dari atas.

Di pabrik baja, APD digunakan untuk mencegah resiko percikan cairan dan besi panas ke bagian-bagian tubuh.

Namun untuk corona, mengapa terlihat agak aneh menggunakan APD yang berlebihan. Sementara masuknya virus ke tubuh ditengarai melalui 3 pintu masuk : hidung, mata, mulut. Jika virus diperkirakan hanya melalui 3 pintu masuk ini, lantas apa fungsinya celana dan baju APD?

Bukankah semestinya APD bertujuan memperkuat masker dan kacamata, agar virus tak mudah masuk ke dalam tubuh melalui wajah!

Virus corona adalah virus, yang sangat kecil (diameter virus 10-10 m). Virus, apapun nama dan bentuknya, tak memiliki kaki dan tangan, sehingga tak mungkin merayap dari kaki ke hidung.

Agak terlihat lucu saat menyaksikan orang-orang di seluruh dunia, menggunakan APD namun dengan masker yang sama persis dengan orang yang tak mengenakan APD. Sama amannya, sama resikonya, antara yang mengenakan APD dan yang tak mengenakan alat ini.

Virus corona tak bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, atau menembus kulit. Harusnya APD yang digunakan bertujuan untuk memperkuat pertahanan di bagian wajah, bukan untuk melindungi kaki, betis, dan badan.

Inilah salah satu contoh keanehan penggunaan APD virus corona, melindungi bagian yang tak mungkin tubuh yang tak penting.

Penggunaan APD yang 1 kali pakai pun benar-benar mempertontonkan keborosan. Walaupun ini atas nama WHO atau sejenisnya. Sementara akibat pembatasan ruang gerak, telah tercipta puluhan juta pengangguran baru, yang total tak memiliki penghasilan satu rupiah pun per harinya. Di sisi lain, dalam 1 hari, seorang tenaga medis bisa menggunakan lebih dari 5 APD dalam 1 hari saja.

Perlu pemahaman yang tepat terhadap defenisi aerosol

Apapun yang dipikirkan orang-orang di seluruh dunia, namun aerosol penyebab utama penularan virus corona. Bukan tangan atau bagian-bagian tubuh yang lain.

Aerosol, tak seperti yang diperkirakan oleh WHO, punya sifat yang kurang sensitif terhadap tarikan gravitasi. Sementara WHO mengatakan bahwa belum ada bukti virus bisa menular melalui udara. Namun WHO justru menyarankan penggunaan masker. Pada kenyataannya, justru virus corona bisa menyebar melalui udara.

Aerosol,sekali lagi, punya kemampuan bertahan di udara dalam hitungan jam hingga hari. Partikel-partikel ini sangat mudah melewati celah di pertahanan masker. Celah ini terletak antara bibir terluar masker dan kulit wajah pemakainya.

Penggunaan barrier transparan seperti kaca helm pun sebenarnya tak membantu banyak. Karena aerosol bukanlah seperti air hujan, yang bisa ditepis menggunakan penapis. Aerosol selalu ada di udara. Ini yang menyebabkan adanya tempelan debu di kusen-kusen kaca pada bagian dalam gedung yang tertutup rapat.

Aerosol juga ditemukan di dalam kendaraan roda 4 termewah sekalipun. Dalam beberapa hari, pasti ditemukan adanya lapisan debu halus menempel di dashboard mobil. Dan lapisan debu inilah yang disebut aerosol.

Atau di ruangan tertutup yang memiliki AC. Pada suatu ketika, AC yang digunakan akan mampet pada sisi saringan udaranya. Debu yang menempel pada AC tersebut lah contoh aerosol.

Jikadikaitkan dengan aerosol, salahsatu dari keanehan penggunaan APD virus corona, adalah pakaian ini pun bisa dimasuki oleh aerosol.

APLASENTA pengganti APD dan masker

APLASENTA

Para tenaga medis yang telah menggunakan APD +masker dan berbagai tambahan alat lain nyatanya masih tertular oleh virus corona. Melihat kelemahan ini, bestekin.com menciptakan alat baru yang memiliki fungsi sebagai masker + APD. Tujuan APLASENTA fokus melindungi wajah dan area di sekitar kepala, dengan total protection , atau perlindungan 100% terhadap hidung, mata, telinga, dan mulut.

Dengan menggunakan APLASENTA, dipastikan 1 virus pun tak mungkin bisa memasuki wajah, selama alat ini digunakan.